Dimakzulkan, Ternyata Rakyat AS Banyak Yang Menolak Trump

Dimakzulkan, Ternyata Rakyat AS Banyak Yang Menolak Trump
Donald Trump / Foto : Reuters/Yuri Gripas

Oranyenews.com, Jakarta – Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat (AS), sudah resmi dimakzulkan (impeached) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Rabu (18/12/2019) waktu setempat.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh Ketua DPR, Nancy Pelosi pasca mayoritas DPR mengadakan pemungutan suara terhadap dua pasal pemakzulan Trump yang hasilnya menunjukkan mayoritas DPR setuju dengan pemakzulannya.

Pasca melalui pemungutan suara di DPR, tepatnya yang dikuasai oleh anggota Partai Demokrat, artikel pemakzulan Trump akan diserahkan ke Senat guna dilakukan pemungutan suara.

Selanjutnya Senat akan menentukan apakah presiden kontroversial tersebut akan dilengserkan dari jabatannya atau tidak.

Akan tetapi, ada begitu banyak pihak yang meyakini bahwa mayoritas senat merupakan orang-orang pendukung Trump dari Partai Republik, diperkirakan tidak akan setuju Trump dilengserkan.

Terlepas dari itu, ternyata sebagian besar rakyat AS juga tidak menginginkan Trump untuk dilengserkan. Hal tersebut tergambar dari hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada hari Kamis kemarin.

Dari hasil survei tersebut, ditemukan bahwa hanya da kurang dari setengah warga AS yang setuju untuk mendukung Trump dicopot dari jabatannya.

Pada survei tersebut, dijelaskan bahwa salah satu alasan mengapa warga AS lebih memilih Trump untuk tidak dilengserkan, ialah lantraan Senat AS pada sejarahnya jarang setuju ppelengseran seorang presiden meski sudah ada persetujuan DPR.

Terdapat beberapa pertanyaan yang sudah diberikan pada survei tersebut. Dan hasilnya, 53 persen responden setuju bahwa Trump menyalahgunakan jabatannya serta 51 persen setuju bahwa Trump menghalangi penyelidikan Kongres.

Terdapat sekitar 42 persen responden, yang kebanyakan merupakan Demokrat, menyebut bahwa Kongres harus memberikan sanksi utamanya serta mengeluarkan presiden dari jabatannya.

Sementara, terdapat 17 persen lainnya menyebut Trump harus ditegur secara resmi melalui kecaman kongres, 29 persen menyebut mereka ingin proses pemakzulan dihentikan, serta sisanya menyebut mereka tidak mempunyai pendapat.

Lebih lanjut, hasil jajak pendapat tersebut secara keseluruhan menunjukkan, hanya 44 persen publik Amerika yang setuju penanganan impeachment Trump oleh DPR, sedangkan 41 persen lainnya tidak setuju.

“Dan ketika ditanya bagaimana impeachment mempengaruhi pandangan mereka tentang sang presiden, 26% mengatakan mereka lebih mendukung Trump sekarang, sementara 20% mengatakan mereka kurang mendukung, dan 48% tidak mengubah pandangan mereka sama sekali,” tulis Reuters.

“Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil orang Amerika yang menginginkan Senat untuk melengserkan Trump dan Demokrat untuk mendorong lebih banyak orang di partai mereka untuk memilih Trump keluar dari jabatannya dalam pemilihan November 2020.” lanjut Reuters.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here