9 Poin Kesepakatan Kim Jong Un-Moon Jae In, yang Terakhir Berkaitan dengan Indonesia

0
337

ORANYENEWS- Jumat 27 April 2018 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Korea Selatan dan Korea Utara, setelah bertahun-tahun berseteru, kini dua pemimpin mereka bersepakat untuk menyatukan visi  perdamaian dan membangun negara masing-masing.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu untuk pertama kalinya di Korea Selatan, sejak Perang Korea di tahun (1950-1953).

Pertemuan bersejarah ini disaksikan dengan senyum sumringah rakyat kedua negara yang menggelar nonton bareng, kala melihat kedua pemimpin saling berjabat tangan di Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan untuk berfoto bersama.

Mereka tampak tersenyum, saling mengobrol, dan bergandengan tangan ketika melewati garis perbatasan secara bersama-sama untuk menuju wilayah Korea Selatan.

Setelah itu, dua orang anak dari Korea Selatan mempersembahkan bunga kepada Kim, yang kemudian dia diberikan kepada saudara perempuannya, Kim Yo Jong.

Musik tradisional mengiringi Moon dan Kim berjalan bersama menuju sebuah bangunan yang dinamakan Peace House.

(foto: abc.com.au)

Peace House sendiri adalah sebuah gedung berlantai tiga, tempat pertemuan resmi akan berlangsung.

Di Peace House, Kim menandatangani buku tamu dan menuliskan sesuatu sekitar lebih dari satu menit.

Dari tulisannya itu, ada satu kalimat yang cukup menyita perhatian.

Kim menulis “Sejarah baru akan dimulai sekarang. Era kedamaian tengah berdiri di titik awalnya”

Keduanya kemudian menjalani sesi foto di depan flukisan bergambar Gunung Bukhan.

Setelah pihak pers mengambil beberapa foto, dua pemimpin tersebut kemudian melangkah ke ruang penyambutan untuk berbicara secara pribadi.

Pada pembukaan pertemuan puncak tersebut, Kim Jong Un mengatakan, pertemuan ini merupakan periode baru dalam sejarah Korea.

“Saya datang ke sini bertekad untuk mengirim sinyal awal sejarah baru,” katanya kepada Moon Jae-in di Zona Demiliterisasi, seperti dilansir dari AFP.

Yonhap News mewartakan, Kim berjanji bersikap terus terang, tulus, dan jujur agar pertemuan menghasilkan kesepakatan yang baik. Dalam siaran langsung di televisi, Moon mengekspresikan sikap setuju dengan pernyataan Kim.

“Saya ingin sekali lagi menyatakan rasa hormat saya kepada keputusan Kim Jong Un yang memungkinkan adanya diskusi hari ini,” ucapnya.

(foto: metro.co.uk)

9 Poin Deklarasi Panmunjeon

Dari pertemuan kedua pemimpin negara tersebut berhasil menyepakati Deklarasi Panmunjeom yang berisikan 9 poin.

Inti dari deklarasi ini adalah kedua kesepakatan belah pihak untuk mengakhiri perang dan mengembalikan kedamaian di semenanjung Korea.

Berikut 9 poin dari Deklarasi Panmunjeon melansir dari Korea Times.

(1) Dua negara Korea tersebut setuju untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea yang telah ditangguhkan sejak perjanjian gencatan senjata pada tahun 1953.

(2) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menetapkan denuklirisasi sebagai tujuan bersama dan bekerja sama untuk membuat Semenanjung Korea bebas nuklir.

(3) Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan mengunjungi Pyongyang di musim gugur.

(4) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghentikan berbagai tindakan bermusuhan baik di tanah, di udara dan di lautan.

(5) Mulai 1 Mei, Dua negara Korea tersebut akan menghentikan siaran propaganda di perbatasan antar-Korea.

(6) Dua negara Korea tersebut akan mendirikan kantor penghubung yang dioperasikan bersama di Gaeseong, Korea Utara.

(7) Pada 15 Agustus, kedua negara Korea tersebut akan menjadi tuan rumah reuni keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-53.

(8) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghubungkan kembali kereta api antar-Korea di Pantai Timur.

(9) Dua negara Korea tersebut akan bersama-sama berpartisipasi dalam Asian Games 2018 yang akan berlangsung Agustus nanti di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here