Hanya Didukung Israel, AS Tetap Veto DK PBB tentang Yerussalem

0
386
Nikki Haley (foto: Ist)
ORANYENEWS- Amerika Serikat berdiri sendiri dalam keputusannya mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Di Dewan Keamanan PBB, semua anggota permanen seperti China,  Rusia,  Prancis,  dan Inggris menolak klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 
 
Adalah Mesir yang mengajukan draft resolusi penolakan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Akan tetapi,  demi mendapatkan dukungan,  draft tersebut diperhalus dengan menghindari pennyebutan AS atau Trump secara gamblang,  seperti dilaporkan wartawan BBC di New York, Nada Tawfik.
Akhirnya draft tersebut hanya mendesak “semua negara menahan diri untuk tidak menetapkan perwakilan diplomatik di kota suci Yerusalem”.
Di dalam draft tersebut juga menghendaki “semua negara patuh pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan mengenai Kota Suci Yerusalem dan tidak menyetujui aksi atau tindakan apapun yang berlawanan dengan resolusi-resolusi itu”.
Namun, draft tersebut juga akhirnya diveto Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan draf resolusi tersebut merupakan “penghinaan”. Dia juga mewanti-wanti bahwa AS tidak akan melupakan pengajuan draf semacam itu.

“Ini adalah bukti tambahan bahwa PBB melakukan lebih banyak mudarat ketimbang manfaat dalam menangani konflik Israel-Palestina,” katanya.

“Hari ini, hanya karena menentukan di mana kami akan meletakkan kedutaan besar saja, Amerika Serikat dipaksa membela kedaulatannya. Catatan akan menunjukkan bahwa kami melakukan ini dengan bangga,” sambung Haley.

Langkah veto AS terhadap draf resolusi DK PBB mendapat sanjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Secara khusus dia memuji Nikki Haley melalui Twitter.

https://twitter.com/netanyahu/status/942813938881912832

Namun, juru bicara Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, menyebut tindakan AS “tidak bisa diterima dan mengancam stabilitas komunitas internasional karena negara itu tidak menghormatinya”.

“Komunitas internasional kini harus berupaya melindungi rakyat Palestina,” kata Nabil Abu Rudeina, jubir Mahmoud Abbas, kepada kantor berita AFP.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengatakan dirinya akan menyerukan pertemuan darurat Majelis Umum PBB untuk mendiskusikan masalah Yerusalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here