Kisah 5 Pengemis Jutawan, dari Emas hingga Rekening Rp140 Juta

Pengemis kaya

 

JAKARTA – Rasa iba dan simpati kepada pengemis, gelandangan, orang tidak mampu seringkali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan. Bahkan, sudah dianggap seperti pekerjaan sehari-hari.

Dengan cara menadahkan tangan di masjid-masjid, tempat keramaian seperti pasar, hingga stasiun kereta membuat mereka mudah mendapatkan uang. Tidak sedikit, bahkan pendapatannya bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam waktu tertentu.

Setidaknya itu tergambarkan dari kisah lima pengemis di bawah ini yang kedapatan membawa uang dalam jumlah yang sangat besar tersebut:

  1. Kisah Walang bin Kilon dan Sa’aran bin Satiman
Walang Bin Kilon

Berawal dari sebuah razia pengemis di kolong jalan layang Pancoran, Jakarta Selatan oleh aparat dari Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Selasa 26 November malam, tahun 2013 lalu.

Keduanya memiliki peran yang berbeda saat mengemis, Walang yang terlihat bugar menjadi orang yang mendorong gerobak, sedangkan Sa’aran yang lebih tua dan kurus, berpura-pura sakit yang berada di atas gerobak.

Saat digeledah, ternyata keduanya kedapatan membawa beberapa plastik hitam, saat diperiksa ternyata di dalam masing-masing plastik terdapat plastik hitam yang ternyata isinya adalah uang.

Akhirnya, petugas pun membuka dan memeriksa semua plastik berisi uang tersebut, dan ketika dijumlahkan uang tersebut mencapai Rp25 juta.

Walang menolak anggapan bahwa uang itu berasal dari hasil mengemis. Dia beralasan uang tersebut berasal dari hasil berjualan sapi di kampung. Dia juga menyewakan tanah di kampungnya untuk menanam padi. Pria asal Subang tersebut mengaku membawa uang puluhan juta karena khawatir jika ditinggalkan di rumahnya, akan dicuri anaknya.

Dari hasil mengemis, dia hanya mengaku mendapatkan uang Rp100-150 ribu perharinya.

  1. Kisah Pemuda Pengemis Bernama Cahyono

Warga Sumanding, Kota Banjar ini terkena razia Satpol PP saat tengah menjalankan aksinya, yaitu mengemis.

Dia mengaku terpaksa mengemis untuk membantu ibunya, karena dirinya cacat dan sering ditolak bekerja, makanya dia memilih mengemis.

Saat diperiksa dia didapati menyimpan uang di kantong plastic kumal sebesar Rp300 ribu, dan memiliki tabungan di rekening koperasi mencapai Rp19 juta.

Cahyono mengaku uang Rp19 juta yang di rekening koperasi itu adalah hasil mengemis selama 2 bulan. Setiap hari, dia biasanya mendapatkan uang Rp700 ribu dari hasil mengemis.

Luar biasa bukan?

  1. Siswari Sri Wahyuningsih
Siswari Sri Wahyuningsih

Pengemis dan pengamen ini terjaring razia Satpol PP Kota Semarang tahun 2016. Saat diperiksa, ternyata Siswari memiliki uang deposito sebesar Rp140 juta, dan uang tabungan di bank senilai Rp16 juta.

Sri saat terjaring kedapatan membawa uang tunai sebesar Rp400 ribu serta tiga buah surat BPKP kendaraan roda dua. Bahkan, sebuah sertifikat tanah seluas 105 meter persegi pun turut dibawanya.

Ketiga anak Siswari berhasil mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Saat ditanya mengenai asal uang, dia mengaku mendapatkan uang tersebut dari hasil menjual tanah.

  1. Kakek Suaedi, Si Badut Winnie The Pooh
Kakek Suaedi.

Dengan mengenakan kostum badut Winne The Pooh, Kakek Suaedi (75) menarik simpati dengan cara mengemis di depan sebuah mall di daerah Sidoarjo Juni tahun 2015 lalu.

Kakek Suaedi mengaku hidup sebatang kara dan menderita sakit stroke, alasan itulah yang dijadikannya untuk menarik simpati dan iba masyarakat yang dimintainya uang.

Ternyata, Kakek Suaedi adalah seorang pria yang memiliki 7 orang istri dan aksinya menjadi pengemis untuk membeli rumah, dan tiga buah motor.

Setiap harinya, Kakek Suaedi berhasil meraup uang Rp500 ribu dari hasil mengemis.

 

  1. Pengemis di Aceh Kantongi Emas dan Ringgit

Dalam penjaringan pengemis di Banda Aceh, Satpol PP di tahun 2015 mendapati temuan yang unik. Salah seorang pengemis ternyata mengantongi emas, paspor, dan juag ringgit Malaysia.

Pengemis tersebut mengaku emas yang didapati dari hasil mengemis itu akan digunakannya sebagai mahar menikah. Uang ringgit yang dimilikinya, diakui sebagai modal untuk berangkat ke Malaysia.

Sebab uang yang dimilikinya kurang cukup, maka dia memilih mengemis untuk menambah uang untuk ke Malaysia.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here