Istri Disandera Bos 1 Bulan, Suami Punya Utang Rp16 Juta

Iwan saat di kantor kepolisian Jeneponto (foto: fb)

ORANYENEWS- Suami berhutang, istri disandera. Peristiwa mirip di sebuah sinetron itu nyata terjadi di Desa Tarowang Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Akhirnya peristiwa ini terungkap karena sang suami, Iwan (34) melaporkan penyanderaan istrinya itu ke pihak kepolisian.

Peristiwa bermula saat Iwan bekerja sebagai sopir antar daerah untuk bosnua Dg Gassing. Pada 20 Maret mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan dan rusak parah.

Iwan pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menyediakan uang sebesar Rp16 juta, untuk memperbaiki mobil Dg Gassing yang mengalami kerusakan.

Tak mampu bayar, Dg Gassing pun menyuruh anak buahnya menjemput istri Iwan yang tinggal di Bantaeng dan menahannya di rumahnya dengan alasan sebagai jaminan atas utang Iwan.

Saat laporan ke polisi, Iwan mengaku khawatir karena kondisi istrinya yang tengah hamil 3 bulan dan mengeluh sakit-sakitan. Dia pun meminta kepada mantan majikannya itu untuk membawa istrinya ke dokter tapi tidak diperbolehkan.

Daeng yang diutangkan dari Iwan. (foto: fb)

“Makanya saya melapor ke Polsek Batang,” katanya di Mapolres Jeneponto.

Dalam kesempatan itu, Iwan juga sempat meminta majikannya untuk mengganti istrinya dengan motor miliknya sebagai jaminan. Namun, sang majikan tidak mau. “Hari itu saya bicara sama keluarga dan akhirnya melapor ke polisi,” lanjut Iwan.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, aparat dari Polsek Batang yang dipimpin Wakapolsek Batang, IPDA Baharuddin mendatangi rumah Dg Gassing (majikan Iwan) di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang.

“Setelah menerima laporan, kami langsung jemput istri pelapor dan terlapor Dg Gassing, saat ini sementara dalam pemeriksaan Polsek Batang,” ucap Ipda Baharuddin.

Istri Iwan, Lisda mengungkap selama satu bulan dirumah Dg Gassing hanyalah tidur dan makan.

“Saya tidak diapa-apaiji, tidur saja,” ucap Lisda dengan muka pucat sambil sesekali memegang kepalanya. Iapun tidak mampu berbicara banyak lantaran kondisinya yang lemah.

Daeng Gassing menolak tudingan dirinya menyandera istri anak buahnya, Iwan sebagai jaminan karena tidak mampu membayar perbaikan mobilnya.

“Dia yang titip istrinya di rumah karena Iwan bilang mau ke Malaysia kerja dan nanti kembali kalau sudah ada uangnya. Bukan disandera karena dia sendiri yang bawa istrinya ke rumah,” ungkap Gassing di Polsek Batang, Kabupaten Jeneponto.

Masih kata Daeng, Iwan mengaku akan ke Bone untuk menjual tanahnya untuk biaya perbaikan mobil.

“Dia sendiri yang bawa itu mobil ke bengkel dan biayanya Rp16 juta. Setelah dia ke Bone Iwan berkelahi dengan istri pertamanya di Bone dan tidak berhasil menjual tanah,” katanya.

Dg Gassing mengaku tidak pernah merasa menyandera istri mantan sopirnya. Menurutnya, Iwan datang kerumah mau bawa istrinya tapi Daeng bilang jangan dulu bawa karena istrimu lagi sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here