Di Kantor Ini Setnov Tampung 14 Perusahaan Pemburu Proyek

Deniarto Suhartono

JAKARTA- Satu persatu misteri korupsi pengadaan proyek e-KTP mulai terkuak. Yang terbaru adalah terbongkarnya kantor milik Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang digunakan untuk menampung 14 perusahaan pemburu proyek pemerintah, salah satunya proyek e-KTP.

Kantor tersebut berada di lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan. Kantor milikKetua DPR itu digunakan sebagai alamat lebih dari 14 perusahaan. Kantor tersebut hanya diisi tiga orang pegawai dari setiap perusahaan yang dibikin.

Setya Novanto.

Pengakuan tersebut terlontar dari Deniarto Suhartono, mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, saat memberikan kesaksian pada sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 6 November 2017.

BACA JUGA: Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi, Ini Sprindik Baru KPK

Deniarto tak hanya menjabat di PT Murakabi, dia juga menjabat sebagai Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

Dua perusahaan itu, lanjut dia, hanya sebagian kecil dari 14 perusahaan yang beralamat di kantor milik Setya Novanto.

Dia mengakui bahwa setiap ada proyek, pihaknya selalu membuat perusahaan baru.

“Waktu itu setiap ada proyek terus kami bikin perusahaan. Jadi tiap kali ada proyek bikin perusahaan,” aku Deniarto di depan majelis hakim.

Majelis hakim memandang aneh mengenai banyaknya perusahaan yang berlokasi sama itu. Apalagi, kata Deniarto, setiap perusahaan tersebut hanya berisi tiga orang.

Tak hanya Deniarto, terdapat pengusaha lain yang menjadi pemegang saham, yaitu Siprus dan Heru Taher.

Ketua majelis hakim Jhon Halasan Butar Butar menduga setiap perusahaan tersebut dibuat untuk melakukan kebohongan dalam mendapatkan proyek pemerintah. Setiap perusahaan tanpa dilengkapi kemampuan dan kapabilitas yang cukup, berusaha mendapatkan uang melalui proses tender.

“Saya minta maaf. Itu kelemahan saya, waktu itu saya mau saja,” aku Deniarto.

PT Murakabi dalam kasus proyek e-KTP pernah menjadi salah satu konsorsium peserta lelang proyek e-KTP. Tapi atas pengaturan Andi Agustinus alias Andi Narogong, PT Murakabi hanya sebagai perusahaan pendamping.

PT Murakabi mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Mondialindo Graha Perdana. Sebagian besar saham PT Mondialindo ternyata dikuasai keluarga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

 

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here