Kronologis Pemerkosaan Turis Perancis di Labuan Bajo

0
145
Ilustrasi korban perkosaan.

LABUAN BAJO- Peristiwa memalukan Negara Indonesia terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Seorang turis wanita asal Perancis yang tengah berlibur menikmati keindahan alam Indonesia di NTT justru menjadi korban pemerkosaan seorang pria yang mengaku pemandu wisata.

Peristiwa berawal saat seorang turis wanita asal Perancis berinisial NDL bertemu dengan pelaku berinisial A alias I, dan mengutarakan niatnya melakukan trip ke air terjun Cunca Wulan di Labuan Bajo. Keduanya pun sepakat untuk berangkat ke air terjun tersebut pada Selasa 12 Juni 2018. Demikian ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast.

Pulang dari tempat wisata, hasrat nafsu pelaku muncul dan mengancam akan memerkosa bersama teman-temannya. Saat itu, memang ada sejumlah teman pelaku di lokasi. Akhirnya, korban pun menuruti kemauan korban.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, A mengantarkan korban ke hotel. Saat itu, muncul niat A untuk kembai memerkosa NDL, namun urung dilakukan karena korban mengaku sakit dan minta diantarkan ke rumah sakit. Pelaku pun mengantarkan korban ke RS Siloam dan melarikan diri, khawatir diminta pertanggungjawabannya.Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan Lutfi, petugas hotel ke pihak kepolisian yang langsug melakukan penyelidikan dengan mendatangi korban yang ternyata sulit berkomunikasi karena syok. Polisi juga telah mengabari peristiwa tersebut ke Kedutaan Besar Perancis.
Dalam penyelidikan polisi, ternyata A atau I bukanlah pemandu wisata resmi di Manggarai Barat. Dia hanyalah freelance tapi mengaku sebagai pemandu wisata.

Pengejaran pelaku yang melibatkan tiga Polres, yaitu Polres Manggarai, Ngada, dan Ende ini pun langsung melakukan pencegahan pelaku melarikan diri, dengan melakukan pengawasan di terminal, pelabuhan, maupun bandara. “Sejak kejadian itu, sampai saat ini kita sudah identifikasi ciri dan identitas pelaku. Dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Jules.

Turis Italia Juga Diperkosa

Tak hanya turis Perancis yang menjadi korban perkosaan saat berwisata di Labuan Bajo, NTT. Dikabarkan seorang turis lain asal Italia juga menjadi korban. Namun, korban tidak ditemukan karena sudah berpindah hotel.
Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai Barat Paul Jeramun mengaku sudah tahu kasus tersebut sejak tanggal 14 Juni. Saat itu, mereka langsung terjun dan mendatangi kedua korban. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan pelaku yang sama.
Awalnya, korban pertama adalah seorang bule asal Perancis yang terjadi sekira tanggal 9 atau 10 Juni. Kemudian, perkosaan terjadi kepada turis asal Italia diperkirakan terjadi pada tanggal 13 Juni.

“Jadi kita kesulitan menemukan korban yang kedua. Tapi intinya, juga kami ingin menyampaikan kepada mereka, ini di luar kendali kami, dan kami mencari pelaku ini dan kalau bisa nanti dihukum. Kita sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan di sini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Paul mengatakan bahwa pelaku bukan merupakan pemandu wisata resmi di bawah naungan Pemkab Manggarai Barat. Pelaku juga bukan warga Kabupaten Manggarai Barat.

“Jadi kemudian kami lakukan pengecekan terhadap semua guide di sini, bahwa mereka mengaku bahwa ini bukan anggota guide yang ada di sini, yang di bawah kami. Jadi memang (pelaku) ini bukan orang Manggarai Barat, ini masih butuh pembuktian, ini orang masih di daratan Flores, tapi bukan orang lokal di Manggarai Barat, tapi kami masih berusaha untuk mencari orang ini, membuktikannya juga. Bupati sudah menginstruksikan kepada semua untuk bisa mencari pelaku ini karena sudah sangat mencoreng,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here