Diizinkan Pemprov dan Polisi, Begini Proses Dijalani Panitia Bagi Sembako di Monas

0
97

ORANYENEWS- Forum Untukmu Indonesia mengaku sudah mengantongi izin resmi dari Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian untuk melakulam kegiatan bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu 28 April 2018. Semua tahapan koordinasi jelang acara dimulai pun telah mereka lakukan.

Menurut Kuasa Hukum Ketua Forum Untukmu Indonesia,  Dave Revano,  Henry Indraguna, kliennya telah penuhi dan jalani semua syarat kegiatan seperti yang tertuang dalam Pergub 186 tahun 2017.

Kata Henry, panitia telah mendapatkan surat izin keramaian dari polisi dan surat izin pemakaian tempat dari UPT Monas.

“Inti fokusnya dari pertanyaan itu fokus kepada perizinan dan jelas di sini kami sudah memberikan kepada penyidik perizinan yang dimaksud Pergub pasal 186 ayat 6 sudah kami penuhi dan kami buktikan tadi, sudah keluar surat izin keramaian dari kepolisian. Jadi surat izin kepolisian sudah keluar terus selanjutnya izin pemakaian lokasi dari UPT Monas sudah keluarkan. Jadi ini yang paling final,” ujar Henry, Selasa 8 Maret 2018.

Dia juga menegaskan bahwa kedua institusi tersebut juga sudah mengetahui bahwa acara di Monas akan diisi dengan bagi-bagi sembako.

“Kalau memang tidak disetujui harusnya jangan diadakan konpers dong nah itu harus diperhatikan,” jelasnya.

Dia pun menjabarkan bagaimana proses perizinan yang sudah dijalani pihak panitia, berdasarkan urutan waktunya:

23 April 2018

Panitia diundang untuk rapat bersama Pemprov DKI terkait kegiatan bagi-bagi sembako itu. Sejumlah dinas turut mengikuti rapat tersebut.

“Jadi tanggal 23 April panitia ada undangan meeting koordinasi dengan Pemprov kami mendapat undangan di sini ada undangannya ya dihadiri oleh Dinas Pariwisata, Dishub, Dinas Pendidikan, Dinas Pol PP dan Transjakarta termasuk panitia, di sini pun dibahas tentang klasifikasi bagi-bagi sembako loh sudah jelas ini sudah mengetahui dong,” ujar Henry.

25 April 2018

Panitia dipanggil untuk menghadap Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Pihak panitia saat itu diterima oleh Sekretaris Dinas Pariwisata.

“Nah selanjutnya tanggal 25 April secara lisan panitia dipanggil untuk menghadap Kepala Dinas Pariwisata dan diwakili oleh Sekretaris, secara lisan ya, diterima oleh Sekretaris nah di situ juga dibahas bagi-bagi sembako ini,” papar Henry.

Dinas Pariwisata pun meminta panitia untuk membuat surat pernyataan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dan akhirnya diputuskan bahwa kami harus membuat surat pernyataan, surat pernyataannya juga sudah kami buat, nah surat pernyataan ini kami buat dan di situ sudah jelas bahhwa ada bagi-bagi sembako, nah intinya adalah kami harus bertanggungjawab kalau ada apapun yang terjadi,” ucap Henry.

26 April 2018

Biro Ops Polda Metro Jaya mengundang panitia penyelenggara untuk berkoordinasi terkait kegiatan bagi-bagi sembako. Pada hari itu juga, panitia bersama UPT Monas menyelenggarakan konferensi pers.

“Semua diundang dan di sini sudah jelas dibahas salah satu acara kami adalah bagi-bagi sembako. Masa enggak tahu kalau ada bagi-bagi sembako?” ujar Henry.

28 April 2018

Acara bagi-bagi sembako dilaksanakan di Monas. Panitia kegiatan tersebut berjumlah 1.500 orang termasuk polisi dan TNI.

, Begini Proses Izin Dijalani Panitia Bagi Sembako di Monas

ORANYENEWS- Forum Untukmu Indonesia mengaku sudah mengantongi izin resmi dari Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian untuk melakulam kegiatan bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu 28 April 2018. Semua tahapan koordinasi jelang acara dimulai pun telah mereka lakukan.

Menurut Kuasa Hukum Ketua Forum Untukmu Indonesia,  Dave Revano,  Henry Indraguna, kliennya telah penuhi dan jalani semua syarat kegiatan seperti yang tertuang dalam Pergub 186 tahun 2017.

Kata Henry, panitia telah mendapatkan surat izin keramaian dari polisi dan surat izin pemakaian tempat dari UPT Monas.

“Inti fokusnya dari pertanyaan itu fokus kepada perizinan dan jelas di sini kami sudah memberikan kepada penyidik perizinan yang dimaksud Pergub pasal 186 ayat 6 sudah kami penuhi dan kami buktikan tadi, sudah keluar surat izin keramaian dari kepolisian. Jadi surat izin kepolisian sudah keluar terus selanjutnya izin pemakaian lokasi dari UPT Monas sudah keluarkan. Jadi ini yang paling final,” ujar Henry, Selasa 8 Maret 2018.

Dia juga menegaskan bahwa kedua institusi tersebut juga sudah mengetahui bahwa acara di Monas akan diisi dengan bagi-bagi sembako.

“Kalau memang tidak disetujui harusnya jangan diadakan konpers dong nah itu harus diperhatikan,” jelasnya.

Dia pun menjabarkan bagaimana proses perizinan yang sudah dijalani pihak panitia, berdasarkan urutan waktunya:

23 April 2018

Panitia diundang untuk rapat bersama Pemprov DKI terkait kegiatan bagi-bagi sembako itu. Sejumlah dinas turut mengikuti rapat tersebut.

“Jadi tanggal 23 April panitia ada undangan meeting koordinasi dengan Pemprov kami mendapat undangan di sini ada undangannya ya dihadiri oleh Dinas Pariwisata, Dishub, Dinas Pendidikan, Dinas Pol PP dan Transjakarta termasuk panitia, di sini pun dibahas tentang klasifikasi bagi-bagi sembako loh sudah jelas ini sudah mengetahui dong,” ujar Henry.

25 April 2018

Panitia dipanggil untuk menghadap Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Pihak panitia saat itu diterima oleh Sekretaris Dinas Pariwisata.

“Nah selanjutnya tanggal 25 April secara lisan panitia dipanggil untuk menghadap Kepala Dinas Pariwisata dan diwakili oleh Sekretaris, secara lisan ya, diterima oleh Sekretaris nah di situ juga dibahas bagi-bagi sembako ini,” papar Henry.

Dinas Pariwisata pun meminta panitia untuk membuat surat pernyataan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dan akhirnya diputuskan bahwa kami harus membuat surat pernyataan, surat pernyataannya juga sudah kami buat, nah surat pernyataan ini kami buat dan di situ sudah jelas bahhwa ada bagi-bagi sembako, nah intinya adalah kami harus bertanggungjawab kalau ada apapun yang terjadi,” ucap Henry.

26 April 2018

Biro Ops Polda Metro Jaya mengundang panitia penyelenggara untuk berkoordinasi terkait kegiatan bagi-bagi sembako. Pada hari itu juga, panitia bersama UPT Monas menyelenggarakan konferensi pers.

“Semua diundang dan di sini sudah jelas dibahas salah satu acara kami adalah bagi-bagi sembako. Masa enggak tahu kalau ada bagi-bagi sembako?” ujar Henry.

28 April 2018

Acara bagi-bagi sembako dilaksanakan di Monas. Panitia kegiatan tersebut berjumlah 1.500 orang termasuk polisi dan TNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here