e-KTP Tercecer Diduga Sabotase, Mendagri Pecat Pejabat Dukcapil

0
397

ORANYENEWS- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mensinyalir adanya sabotase dalam kasus tercecernya ribuan e-KTP rusak di Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Salabenda, Semplak, Bogor. Dia pun memerintahkan pemecatan pejabat di lingkungan Dukcapil.

“Pasti ada unsur sabotase. Walau e-KTP rusak atau invalid, kenapa tidak langsung dihancurkan, dan kenapa harus memindahkan ke gudang Dukcapil di Bogor? Apa tidak ada juga truk tertutup (untuk mengangkut e-KTP)?” kesal Tjahjo, Minggu 27 Mei 2018.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun mencopot pejabat di bidang Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang dianggap bertanggungjawab atas peristiwa tercecernya ribuan e-KTP rusak di Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Salabenda, Semplak, Bogor.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, diminta segera menyelesaikan administrasi pemecatan terhadap pejabat-pejabat terkait itu.

“Selasa besok (29 Mei 2018), harus selesai usulan mutasi pejabat Dukcapil yang harus bertanggungjawab dan di-non-jobkan,” tegas Tjahjo.

Selanjutnya, Tjahjo juga menginstruksikan Zudan untuk segera memusnahkan e-KTP itu dengan cara dibakar.

“Harusnya tetap waspada kalau disalahgunakan. Saya juga minta polisi mengusutnya,” ujar Tjahjo.

Diketahui sebelumnya, Zudan menyampaikan bahwa jumlah e-KTP yang tercecer adalah satu dus dan seperempat karung. E-KTP itu sedang dikirim dari gudang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ke gudang lain milik Kemendagri di Semplak.

“Pak Sesditjen Dukcapil, I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor, dan menunjukkan bahwa KTP-el yang tercecer tersebut adakah KTP-el rusak atau invalid,” ujar Zudan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here