KPAI Harap 7 Anak Pelaku Teroris Tak Diasuh Orangtua Berpaham Radikal

0
135

ORANYENEWS- Serangan teroris yang terjadi belakangan ini menyisakan 7 anak yang menjadi yatim piatu. Kedua orangtua mereka tewas dalam melakukan aksi bunuh diri, bahkan ada juga keluarga mereka yang tidak mau menjenguk sama sekali, diduga khawatir dikaitkan dengan terorisme.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menaruh concern terhadap hak asuh terhadap ketujuh anak tersebut nantinya setelah pemulihan.

Ketua KPAI Susanto mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mahfud Arifin, pihaknya menyampaikan perlunya assesment yang komprehensif terhadap siapa nanti yang berhak mengasuh ketujuh anak tersebut setelah pemulihan.

“Perlu assesment yang komprehensif terhadap keluarga terdekat hingga derajat ke 3. Terutama bukan semata-mata mampu atau kompeten dalam mengasuh anak dalam arti teknis, namun harus dipastikan keluarga terdekat yg mendapatkan hak mengasuh anak adalah orang yg tidak memiliki pemahaman yg radikal,” katanya.

Menurutnya, jika hak tersebut tidak dapat dipastikan maka akan sangat membahayakan bagi anak-anak tersebut ke depannya.

“Karena jika ini tidak dipastikan sangat membahayakan anak. Kita harus selamatkan ke-7 anak tersebut agar kelak menjadi generasi yg hebat dan cinta tanah air,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KPAI juga sempat menjenguk untuk melihat langsung anak-anak dari terduga pelaku teror. Terdapat 7 anak, yang sedang mendapatkan perawatan.

“Secara fisik, ketujuh anak-anak tersebut sudah membaik, namun masih memerlukan assesment psikologis untuk memastikan intervensi rehab selanjutnya,” katanya.

Kata Susanto, Jika melihat riwayat kondisi 7 anak tersebut, tentu memerlukan rehab secara komprehensif, bukan hanya medis, sosial dan psikologis, namun juga perlu sentuhan pemahaman keagamaan yg tepat. “Tentu kita berharap jika ada potensi infiltarasi radikalisme dari pola pengasuhan sebelumnya yg dilakukan oleh terduga pelaku, tentu harus dihilangkan, agar ke depan anak memiliki pemahaman keagamaan dan kebangsaan yg tepat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here