Putra Korban Bom Santa Maria Ungkap Firasat, Dewan Banten Bela Sungkawa

0
318

ORANYENEWS- Tidak ada yang bisa menerka maut. Begitulah yang diyakini keluarga korban bom Gereja Santa Maria, Legita Lim (56). Warga Tangerang, Banten ini seolah menjemput mautnya, berada di tempat saat dua putra Dita Supriyanto, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) diperintah ayahnya yang juga Ketia JAD Surabaya untuk meledakkan bom di Gereja Santa Maria.

Menurut keluarga, Legita Lim (56) berada di Surabaya sejak Sabtu 12 Mei 2018, guna mengikuti kegiatan promosi Batik Cirebon di Plaza Tunjungan, Surabaya.

Sebagai seorang Nashrani, Legita Liem melaksanakan ibadah di Hari Minggu di Gereja Santa Maria sejak pagi hari. Saat dirinya keluar usai melakukan Misa, mendadak bom meledak dan menewaskan dirinya yang berada di halaman gereja.

Anak korban, Max Prawira, yang berada di Kota Tangerang mendengar adanya ledakan bom di sebuah gereja katholik di Surabaya. Firasat mulai menyeruak saat mendiang ibu yang dikenalnya paling aktif berkomunikasi, memberikan informasi, lewat telepon setiap kali melihat sebuah kejadian di tempat ia berada, tapi tidak berkabar dengan keluarga. Saat sang ibu dtelpon pun, tidak didapati jawabab sama sekali. Dari situlah, Max segera bergegas memesan tiket pesawat untuk terbang ke Surabaya, mencari lokasi gereja yang terkena serangan bom. Sampai di lokasi, ternyata firasatnya benar, ibunya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa menjadi korban ledakan bom.

Kini Selasa 15 Mei 2018, korban sudah berada di rumah duka, Oasis Bitung, Tangerang, menunggu dikremasi.

Anggota DPRD Provinsi Banten, Ananta Wahana yang hadir dalam acara misa requirem, Selasa sore mengungkapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Ananta juga mengucapkan permohonan maaf, apabila dalam mengurus kepulangan jenazah korban dari Surabaya ke Kota Tangerang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ibu Legita Lim korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya. Kami atas nama DPRD Provinsi Banten juga mohon maaf yang sedalam-dalamnya, apabila dalam proses pemulangan jenazah kurang mendaptkan perhatian dari pihak pemerintah. Kami berdoa dan percaya mendiang Ibu Legita Lim telah mendapat tempat baik bersama Allah Bapa di surga,” ucap Ananta Wahana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here