Ternyata Bom 3 Gereja Surabaya Dilakukan 1 Keluarga, Begini Tahapan Ceritanya

0
107

ORANYENEWS- Serangan bom bunuh diri di 3 gereja ternyata dilakukan 1 keluarga yang dipimpin ayahnya bernama Dita Sopriyanto. Dia berbagi tugas kepada istri dan anak-anaknya untuk mengebom ketiga gereja tersebut,  Gereja Pantekosta, Gereja Santa Maria, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Dugaan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan,” ungkap Kapolri dalam konferensi pers mendampingi Presiden Jokowi di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Dita Sopriyanto, sang ayah, menyopiri mobil Toyota Avanza berisi bom. Mobil ini ditumpangi istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanto dan dua anak perempuannya, FS (12) dan PR (9).

Kapolri menceritakan kronologis, pagi hari Dita membawa mobilnya menurunkan istrinya bernama Puji Kuswati dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI jalan Diponegoro.

Menurut saksi mata, di depan gereja wanita yang mengenakan cadar tersebut membawa dua buah ransel, satu dia yang membawa, satunya lagi dibawa anak wanitanya yang masih berusia remaja.

Dia memaksa masuk, tapi dihentikan pihak keamanan gereja, kemudian meledakkan bom yang dibawa saat memeluk petugas keamanan.

Dita sendiri, usai mendrop istri dan anaknya, dia membawa mobil diduga berisi bom tersebut menuju Gereja Pantekosta, menerobos masuk,  dan meledakkan bom di dalam mobil tersebut.

Di tempat berbeda, dua anak laki-laki pasangan Dita Sopriyanto dan Puji Kuswati, berinisial YF dan FH, berangkat sendiri menggunakan motor ke gereja Santa Maria.

Motor yang mencoba menerobos masuk itu dihentikan Bayu, koordinator keamanan gereja Santa Maria. Merasa terdesak, kemudian kedua pemuda itu meledakkan bom yang mereka bawa.

“Semua adalah serangan bom bunuh diri,” ungkap Tito.

Kapolri mengungkap teroris ini tak lepas dari kelompok JAD dan JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia.

“JAD dipimpin Aman Abdurrahman. Kelompok satu keluarga ini terkait JAD Surabaya. Aksi ini kita duga motifnya, ISIS ini ditekan oleh kekuatan dari Barat, Rusia, kemudian memerintahkan semua jaringan di luar, untuk melakukan serangan di seluruh dunia,” urai Tito.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here