2 Anak di Bawah 10 Tahun Dimanfaatkan Jadi Bomber GKI, Jokowi: Sungguh Biadab!

0
215

ORANYENEWS- Penyerangan bom bunuh diri di 3 gereja Surabaya membuat geram semua pihak, tak terkecuali Presiden Jokowi. Bahkan, dua anak kecil berusia di bawah 10 tahun dimanfaatkan menjadi bomber GKI Surabaya.

“Sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan, ” kecam Jokowi dalam jumpa pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Setelah meninjau tiga gereja, tempat terjadinya pengeboman, Presiden mendatangi RS Bhayangkara untuk menjenguk sejumlah korban luka-luka, yang masih dalam perawatan.

“Hari ini telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian, dan anak-anak yang tidak berdosa,” katanya.

“Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan juga untuk pelaku bom bunuh diri,” lanjut Jokowi.

Tiga buah ledakan terjadi di 3 gereja berbeda dengan menggunakan modus berbeda. Ada yang menggunakan mobil di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya. Ada yang menggunakan motor di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, ada juga seorang wanita bercadar yang membawa dua anak, membawa dua tas ransel yang mereka ledakkan saat dicegat pihak keamanan.

Hingga saat ini tercatat sudah 17 orang meninggal dunia dan sekira 30-an orang mengalami luka dan perawatan intensif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here