Ibu Bercadar Bawa Anak, Diduga Salah Satu Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja

0
312

ORANYENEWS- Ada tiga pola yang berbeda dalam peristiwa ledakan di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Bom mobil, motor, hingga seorang ibu bercadar membawa dua anak remaja saat melakukan aksi bom bunuh diri Minggu 13 Mei 2018.

Tiga gereja itu adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Jemaat Sawahan dan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro 146.

Pelaku dan Peristiwa:

Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela

Samsia, seorang saksi mengaku melihat ada 2 orang yang masuk ke dalam gereja menggunakan ransel dan langsung meledak. 2 orang tersebut meledak dan langsung mengenai satpam dan polisi yang berjaga di depan.

Yudi, saksi lainnya mengatakan getaran yang dirasakan seperti gempa bumi. Saat itu, dia juga mencium bau kimia.

Vikjen Keuskupan Surabaya Romo Tri Budi Didik Pr menceritakan peristiwa terjadi jelang dimulainya misa kedua pukul 08.00 WIB. Ada orang pakai sepeda motor dihalang-halangi oleh satpam, lalu meledak.

Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan

Berbeda dengan peristiwa di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya. Ledakan gereja ini bermula dari sebuah mobil yang masuk dengan cepat lalu menabrak salah satu area gereja, kemudian terjadi ledakan.

Dua orang pengemudi mobil tersebut langsung tewas terbakar di dalam mobil. 4 mobil dan puluhan motor ikut terbakar akibat peristiwa ledakan ini.

Sejumlah jamaat gereja tersebut juga menjadi korban. Dalam pemeriksaan gegana,  masih terdapat sejumlah bom yang aktif dan diledakkan gegana.

GKI Surabaya

Antonius mengatakan bahwa peristiwa bermula dari seorang perempuan membawa 2 anak meledakan dirinya di depan halaman. Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas dan ledakan pun terjadi dan korban berjatuhan.

Jumlah Korban

Hingga berita ini diturunkan, polisi menyatakan ada 9 korban tewas. Sebanyak 40 orang korban luka saat ini dirawat di RS, 2 di antaranya adalah polisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here