Pisau Beracun, Senjata Tendi Saat Menyabet Perut Bripka Frence

0
159

ORANYENEWS- Bripka Marhum Frence tewas akibat sabetan Tendi Sumarno (23). Padahal, luka akibat sabetan itu tergolong luka sabetan yang tidak besar, namun karena terdapat racun membuat Bripka Frence meninggal dunia saat perawatan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga pisau yang dipakai Tendi Sumarno beracun, pasalnya dia tidak menusuk melainkan manyabet Bripka Frence.

“Beda, menusuk itu tajam ke dalam, ini menyamping. Luka tidak terlalu besar ya, tapi diduga ada racun,” katanya.

Melihat Tendi menyabet senjata tajam ke Bripka Frence, temannya yang lain langsung menembak. “Ini boleh, ancaman mematikan tembak, sehingga yang bersangkutan meninggal di tempat,” ujar Tito saat melayat ke rumah duka Aipda Denny Setiadi, Jl Kramat 3E, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (11/5/2018).

Bripka Frence disabet senjata tajam setelah mengamankan pelaku saat mengamati penjagaan di Mako Brimob. Bripka Frence pada Jumat (11/5) dini hari meminta bantuan Briptu Gustriuce dan Bripka Rahmad Muin untuk menemui pelaku.

Pelaku mengeluarkan pisau dan menyabet Bripka Frence. Setelah itu, Bripka Frence langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

“Ini luka yang sangat kecil. Kemungkinan besar ini beracun, ini sedang diperiksa Puslabfor,” sambung Tito

Tendi Sumarno (23), pelaku penusukan Bripka Marhum Frence, ternyata berangkat ke Jakarta untuk bekerja di proyek pembangunan pada dua tahun lalu.

“Ketemu terakhir pas tahun baru. Kerja bangunan,” ujar ibunda Tendi, Warsiti, saat ditemui di kediamannya di Kampung Buniara, Tanjung Siang, Subang, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).

Namun Warsiti mengaku tidak mengetahui keseharian Tendi. Keluarga juga tidak mencurigai adanya gerak-gerik aneh yang ditunjukkan Tendi. Bahkan kabar kematian Tendi baru diketahui pihak keluarga hari ini.

“Baru tahu tadi, saya kira meninggal karena kecelakaan kerja aja di PT,” sambung Warsiti.

Tendi, yang lahir di Muna, Sulawesi Tenggara, dibesarkan di Subang. Setelah lulus dari SMK, menurut Warsiti, Tendi diajak bekerja ke Jakarta.

“Tidak ada perubahan, dia tetap baik, hubungan baik selayaknya ibu dan anak,” sambungnya.

Sementara itu, ketua RW setempat, Ade, mengatakan warga tetap menerima jasad Tendi untuk dimakamkan di Subang.

“Kalau untuk warga, saya menerima apa adanya si korban karena nggak tahulah istilahnya di luarnya bagaimana gitu kan. Di mata masyarakat, baik nggak ada permasalahan,” ujar Ade.

Kini keluarga sudah berangkat ke Polres Depok untuk mengurus jenazah dengan mencocokkan identitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here