Ini Profile Abu Afif, Amir JAD Riau dan Provokator Kericuhan Rutan Brimob

0
196
Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru, Riau
Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru, Riau dan Abu Afif

ORANYENEWS- Kericuhan di Rutan Mako Brimob dipicu masalah makanan kiriman keluarga Wawan Kurniawan alias Abu Afif, dititip seorang anggota polisi yang tidak berada di lokasi saat dia menanyakan makanan tersebut.

Baca Juga: Mengerikan! ini Video Live Streaming Napi Teroris Rutan Brimob

Tidak terima, Abu Afif memprovokasi tahanan lainnya untuk melawan dengan menjebol pintu jeruji penjara, hingga tembok. Hingga akhirnya 5 anggota polisi tewas, 1 napi teroris, dan seorang anggota polisi disandera.

Lalu siapakah Wawan Kurniawan alias Abu Afif?

Wawan Kurniawan alias Abu Afif diketahui sebagai pemimpin atau Amir Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru, Riau. Dia dan kelompoknya ditangkap Densus 88 pada 24 Oktober 2017, karena berencana melakukan penyerangan terhadap kantor polisi di Pekanbaru.

Abu Afif diketahui memotivasi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi dalam pelatihan i’dad atau persiapan teror di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau.

Tak sendiri, sejumlah nama lain yang terlibat rencana penyerangan berhasil dicokok polisi Oktober 2017. Berikut nama-nama kelompokJAD Pekanbaru, Riau, yang dicokok saat itu sesuai urutan penangkapan:

1. Yoyok Handoko alias Abu Zaid, salah seorang perencana aksi serangan ke kantor Polisi di Pekanbaru, Riau.

2. Wawan Kurniawan alias Abu Afif di Siak Hulu, pemimpin sekaligus motivator kelompok Jamaah Ansor Daullah (JAD), Kabupaten Kampar.

3. Beni Samsu alias Abu Ibrohim, peserta pelatihan ditangkap di lokasi yang sama dengan Wawan. Saat kericuhan di Rutan Brimob, tertembak dua kali di dada sehingga meninggal dunia.

4. Handoko alias Abu Buchori, anggota JAD, Pekanbaru, Riau.

5. Nanang Kurniawan alias Abu Aisha di Kampar, Riau.

Abu Afif saat pelatihan tersebut memimpin baiat peserta persiapan penyerangan kantor polisi. Dia juga saat itu ditengarai mengetahui adanya pelatihan bom di Jambi.

27 Oktober 2017, Kajari Kampar mengusulkan kepada Mahkamah Agung agar persidangan kelompok teroris JAD dilakukan di Jakarta, dengan alasan pertimbangan keamanan. Kemudian, kelompok ini diterbangkan ke Jakarta dan mendekam di rumah tahanan Mako Brimob, hingga terjadinya kericuhan dan penyanderaan polisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here