KPAI Soroti Persekusi Anak di CFD oleh Sekelompok Berkaos #2019GantiPresiden

0
260

ORANYENEWS- Persekusi yang dilakukan sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden terhadap anak di Car Free Day memicu kecaman dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dalam rilis yang diterima Oranyenews.com, Ketua KPAI Dr Susanto MA mengatakan ada empat hal yang disoroti KPAI terkait peristiwa persekusi di Car Free Day, Minggu 29 April 2018 kemarin.

Pertama, tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik yang akan dijalani bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia akan menjalani proses demokrasi melalui pemilihan kepala daerah, anggota DPR/DPRD dan DPD, serta pemilihan presiden dan Wakil Presiden.

KPAI menghimbau semua pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai dalam pesta demokrasi ini. Perlindungan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dalam situasi apapun, termasuk dalam pesta demokrasi, menjadi prinsip KPAI. Baik yg menyuarakan #Ganti Presiden atau menyuarakan #Mempertahankan Presiden, keduanya merupakan hak sbg warga negara dan dilindungi undang-undang. Namun hindari menyalahgunakan anak utk kegiatan politik.

Kedua, KPAI menyayangkan adanya pelibatan anak dalam kegiatan masyarakat yang mengandung unsur kegiatan politik yaitu #DiaSibukKerja serta adanya intimidasi oleh sekelompok orang yang menyuarakan aspirasi #GantiPresiden2019, menyebabkan anak mengalami ketakutan hingga menangis pada car free day Jakarta hari Minggu kemaren.

“Anak-anak wajib dilindungi dari penyalahgunaan politik sesuai dengan pasal 15 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Anak yang belum memiliki hak politik dan dilibatkan dalam kegiatan politik merupakan bentuk perlakuan salah,” katanya.

Hal ini karena anak ditempatkan pada situasi rawan kekerasan dan konflik, serta berpotensi terganggu tumbuh kembangnya akibat informasi dan perlakuan salah. Penyalahgunaan anak dan intimidasi terhadap anak dalam kegiatan politik akan mempengaruhi psikologis anak dan termaksuk tumbuh kembang anak. KPAI meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi kepentingan terbaik bagi anak termasuk dalam kegiatan politik.

“KPAI juga meminta semua pihak untuk menghentikan pelibatan dan penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik dan melakukan kekerasan terhadap anak dalam proses kegiatan politik,” imbaunya.

Ketiga, dalam kesepakatan dunia bahwa fungsi Car free Day adalah untuk mengurangi emisi karbon kota dan tidak diperuntukan dalam kegiatan politik. Oleh karenanya, semestinya car free day steril dari kampanye politik oleh siapapun. Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta No. 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotormenyatakan kegiatan tersebut bebas dari kegiatan politik, sara, dan termasuk kegiatan yang bersifat menghasut. Oleh itu KPAI meminta semua pihak mengembalikan fungsi Car Free Day sebagaimana yang tercantum dalam Pergub tersebut.

Keempat, dalam pengawasan pelaksanaan Pilkada 2018 yang mencakup 171 daerah yang telah dilakukan KPAI, ditemukan cukup tingginya penyalahgunaan pelibatan anak dalam politik dalam berbagai bentuk. Diantaranya, dukungan pasangan calon, intimidasi kepada anak, menyuruh anak menggunakan atribut tertentu, dan memebawa anak ke ruang kampanye. Oleh karena itu, diharapkan penyelenggara pemilu (KPU RI – BAWASLU RI ) untuk melakukan tindakan tegas kepada siapa saja yang melibatkan anak dalam penyelenggaraan kampanye agar dalam pesta demokrasi 5 tahunan bisa terjaga secara baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here