Guru Tampar Murid di Kelas, Ternyata Ini Penyebab di Balik Peristiwa Itu

ORANYENEWS- Beredar sebuah video berdurasi 15 detik yang menampilkan sebuah peristiwa guru tengah menampar siswa di dalam kelas SMK Kesatrian Purwokerto. Sekilas terkesan guru tersebut sangat kejam, tapi ternyata ada peristiwa di balik itu yang menyebabkan adanya aksi penamparan terjadi.

Pihak sekolah yang diwakili Wakil Kepala Kesiswaan SMK Kesatrian Purwokerto, Inayah Rahmawati,mengakui bahwa peristiwa di dalam video tersebut memang terjadi di sekolahnya, tepatnya di ruang Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (YKJ) 3.

“Betul, guru yang ada di video bernama LS, kami kaget dan merasa kecolongan dengan peristiwa ini, soalnya Pak LS ini dikenal baik dan dekat dengan murid-muridnya,” katanya.

Di dalam video LS tampak mengelus pipi sang murid sebelum menampar murid tersebut dengan keras hingga nyaris terpelanting. Video tersebut kemudian menjadi viral di sosial media dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani pihak Kepolisian Resor Banyumas, untuk menyelidiki peristiwa secara utuh.
Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Djunaedi mengungkapkan latar belakang peristiwa tersebut. Bermula saat LS tengah mengajar siswa kels XI TKJ 3 SMK Kesatrian. Saat itu, ternyata siswa di kelas tersebut tidak lengkap, terdapat 9 siswa yang tidak berada di kelas. Mereka meninggalkan kelas saat mata pelajaran Teknologi WAN yang diampu pelaku penamparan.

Saat dicari, ternyata kesembilan siswanya itu tengah menyantap sarapan di kantin sekolah. Dengan alasan menegakkan disiplin siswa, LS berkomunikasi wali kelas XI TKJ 3 melalui sambungan telepon untuk meminta izin mengambil tindakan.

Selanjutnya, LS memanggil satu persatu siswa tersebut ke depan kelas untuk mendapatkan hukuman berupa tamparan. Saat peristiwa itu terjadi, sejumlah siswa merekam dan mengunggahnya di media sosial sehingga menjadi viral.

Saat ini, Satreskrim tengah melakukan pemeriksaan kepada 9 orang, termasuk LS, sang guru yang dilaporkan ke polisi. Dengan aksinya tersebut, LS terancam dijerat dengan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Kekerasan terhadap Anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here