Sembunyi di Hutan, Cerita Pelarian Bos Miras Oplosan Berakhir

0
121

ORANYENEWS- Pelarian bos minuman keras oplosan di Bandung, Samsudin Simbolon (50) yang berlangsung selama sepekan berakhir di sebuah hutan di kawasan Sumatera, Rabu 18 April 2018. Di sebuah gubug di tengah perkebunan kelapa sawit, di sebuah perkampungan kecil, pelariannya berakhir.

Pengejaran bermula dari peristiwa puluhan warga dan ratusan lainnya di Cicalengka, Bandung, dirawat di rumah sakit setelah mengonsumi miras yang dia racik dan produksi di rumahnya.

Samsudin Simbolon (50), pemilik pabrik miras oplosan.

Atas peristiwa tersebut, polisi pun menggerebek rumah mewahnya di Jalan Bypass, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 11 April 2018.

Dalam penggerebekan, polisi menemukan bunker tempat memproduksi miras oplosan tersebut. Selain bunker di rumah mewah tersebut juga ditemukan barang bukti peralatan produksi dan distribusi miras oplosan dalam jumlah banyak.

Namun, Samsudin selaku pemilik rumah dan bunker tidak ditemui di rumah tersebut. Ternyata, dia diketahui telah melarikan diri lewat jalur darat dari Bandung menggunakan bus via Jakarta, Merak, Lampung dan tiba di Sumatera Selatan, tepatnya di Musi Banyuasin.

Dalam pelarian yang berlangsung selama sepekan itu, Samsudin menggunakan jalur darat dan berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran tim gabungan serta tim dari Polres Bandung.

Tapi akhirnya tim gabungan berhasil menemukan tempat persembunyiannya terakhirnya di sebuah gubuk hutan Musi Banyuasin pada Rabu pukul 01.00 WIB.

Saat itu, dia bersembunyi dengan seorang kerabatnya yang belum diketahui keterlibatannya dalam kasus miras oplosan. Yang pasti, Samsudin diketahui sudah dua malam berada di hutan tersebut.

Samsudin akan dijerat dengan pasal 204 KUHP dan UU Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here