Ibu Hamil Meninggal karena Tak Ada Dokter, RSUD & Dinkes Kab Dairi Dituntut

0
193

ORANYENEWS- Peristiwa miris terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, seorang ibu hamil meninggal dunia karena berjam-jam tidak ditangani dokter kandungan di RSUD Sidikalang. Padahal, saat datang ke rumah sakit, ibu yang meninggal berama bayinya tersebut naik angkot dan siap melahirkan.

Diduga meninggalnya Ramayana boru Sidauruk (38) itu diduga karena kelalaian pihak rumah sakit, karena tidak mendatangkan dokter kandungan untuk segera menangani pasien yang sudah akan melahirkan tersebut.

Sebab itu, pihak keluarga yang diwakili Pengacara Rakyat, Poltak Agustinus Sinaga SH akan menggugat RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

“Sesuai dengan Pasal 32 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, rumah sakit dilarang menolak pasien atau meminta uang muka yang dalam keadaan darurat dan wajib menyelamatkan nyawa pasien,” kata Poltak.

Menurutnya, kematian Ramayana boru Sidauruk (38), perempuan yang hamil sembilan bulan kemudian meninggal bersama bayi di kandungannya di RSU Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, didugak akibat kelalaian petugas rumah sakit. Sebab, bidan dan perawat yang menangani pasien warga Desa Lumbantoruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, tersebut tidak berusaha memanggil dokter kandungan meski kondisi pasien sedang kritis dan butuh penanganan medis yang cepat.

Dia menegaskan bahwa terdapat sanksi pidana bagi rumah sakit yang tidak segera menolong pasien yang sedang dalam keadaan gawat darurat menurut UU Kesehatan Pasal 190 ayat (1) dan (2), yang menyebutk Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Dalam hal perbuatan tersebut  mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan/atau Tenaga Kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Artinya dalam permasalahan ini, Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi terancam Hukuman 10 Tahun Penjara,” katanya

Langkah hukum menjadi sangat penting untuk ditempuh adalah dengan tujuan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan semua pihak harus sependapat dengan memanusiakan manusia, tutupnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here