Bahaya Paham Radikal di Tangsel, Ini 11 Peristiwa Terkait Terorisme

0
184

ORANYENEWS- Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany mewanti-wanti maraknya paham radikal, sebab itu dia mengajak remaja masjid untuk menjaga aktivitas masjid dari paham radikal. Tak heran, pasalnya sudah 11 peristiwa penangkapan terkait dengan aktivitas terorisme.

Airin menyampaikan peringatan tersebut dalam pelantikan BKPRMI Tangsel baru-baru ini. Lalu peristiwa apa saja yang terjadi di Tangsel terkait terorisme? :

2005

8 Juni 2005. Sebuah bom meledak di Pamulang, Tangerang Selatan. Bom tersebut meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibril alias M. Iqbal.

2009

9 Oktober 2009. Densus 88 melakukan penggerebekan di Jalan Semanggi II, Keluarahan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Penggerebekan itu menewaskan dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron terkait pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, yaitu Syaifudin Zuhri (36) dan Mohammad Syahrir (41).

2010

9 Maret 2010. Kepolisian berhasil mengakhiri pelarian Dulmatin. Teroris paling diburu di Asia Tenggara yang menjadi otak serangan Bom Bali I ini berhasil ditembak mati di Pamulang, Tangerang Selatan. Ini mengakhiri pencarian selama 9 tahun oleh penegak hukum di Indonesia.

2012

30 Maret 2012. Terduga teroris bernama Endar Saputra dan Dede ditembak mati di sebuah rumah kontrakan di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Keduanya diduga terkait pembacokan dan penembakan terhadap anggota Reserse Bekasi sebelumnya.

2013

8 Mei 2013. Faisal alias Boim ditangkap di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pada hari yang sama, lima anggota Abu Roban ditangkap di Serpong, Pamulang, dan Meruya, Tangerang Selatan.

2014

1 Januari 2014. Densus 88 menembak mati enam orang yang terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Enam terduga teroris itu tmasuk dalam jaringan teroris Abu Roban yang menyiapkan serangan untuk Pemilu 2014.

2015

22 Maret 2015. Tokoh jaringan ISIS Indonesia, Muhammad Fahri alias Tuah Febriwansyah, ditangkap di Jalan Bhakti Jaya LUK Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Ia ditengarai sebagai tokoh yang memfasilitasi pendanaan ISIS di Indonesia.

2016

28 Januari 2016. Warsito alias Abu Hasbi alias Tongji alias Yamin ditangkap di Jalan Raya Gatot Subroto, Tangerang Selatan. Rumah terduga teroris jaringan Dulmatin yang berada di Kampung Maruga Raya, Kecamatan Ciputat Kota, Tangerang Selatan, juga turut digeledah. Satu unit tablet, satu harddisk, satu laptop, dan satu notebook turut disita ketika Warsito digelandang ke Mako Brimob, Depok.

21 Februari 2016. Densus 88 menangkap seorang terduga teroris bernama Dian Apridiyana (39) yang terkait jaringan aksi bom Cimanggis dan Bom Thamrin. Ia ditangkap di Perumahan Suradita, Jalan Ceremai No. 1, Cisauk, Tangerang Selatan.

27 November 2016. Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Hendra alias Abu Pase di alan Ismaya Raya, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan. Ia salah satu anggota Jaringan Majalengka yang tiga anggota lainnya telah ditangkap sebelumnya.

21 Desember 2016. Densus 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan. Tiga orang tewas dan satu lainnya berhasil ditangkap. Keempatnya sempat mencoba melemparkan sebuah bom ke arah petugas. Bom itu gagal meledak. Kepolisian mengatakan kelompok itu terkait Jaringan Bekasi dan Tasikmalaya yang telah terungkap sebelumnya. Mereka disebut akan melancarkan teror saat Natal dan Tahun Baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here