Ikan Sarden Mengandung Cacing, Ini Akibatnya Jika Dimakan

0
459

ORANYENEWS- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 27 merek ikan sarden lokal dan impor mengandung parasit cacing. Lalu, bagaimana jika ternyata tanpa diketahui parasit cacing tersebut termakan manusia?.

Sebelum menjawab itu, ketahui dulu apa itu parasit cacing?

Parasit adalah organisme yang hidup di dalam tubuh organisme lain yang lebih besar dan berasal dari spesies yang berbeda (host). Parasit hidup merugikan inang yang ditumpanginya. Dan juga, tergantung pada spesies, pengaruh parasit pada tubuh inangnya bisa sementara atau permanen. Bakteri dan virus diklasifikasikan sebagai parasit di beberapa cabang biologi.

Apa saja bentuk parasit?

Pada umumnya parasit mudah dilihat, “belatung” (Cacing, Trematoda) adalah parasit yang paling umum dilaporkan hidup pada ikan. Penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu: Platyhelminthes, Nematoda, dan Acanthocephala.

Lalu, apakah semu ikan memiliki parasit?

Kenyataannya parasitisme adalah wajar dan normal. Hal ini terjadi pada seluruh jenis tanaman dan di setiap kelompok utama dari hewan. Biasanya, parasit ikan tidak terlihat, tapi kadang-kadang peternak ikan bisa dengan jelas melihat tanda-tanda infeksi atau parasit.

 Bagaimana jika tanpa diketahui ternyata parasit cacing ikut terkonsumsi saat menyantap ikan? Apa dampaknya bagi tubuh?

Jurnal Foodborne Pathogens and Disease tahun 2010 melansir jika terlanjur mengonsumsi cacing pada ikan sarden atau makarel kalengan, baik cacing mati atau masih hidup, maka akan terjadi dua hal, yaitu:

Pertama, tubuh akan mengalami gangguan pada pencernaan dengan gejala mual, muntah, dan diare. Namun, pada eberapa orang mungkin saja tidak merasakan gejala pencernaan apa pun.

Kedua, akan menimbulkan reaksi alergi terhadap cacing Anisakis. Cacing dalam ikan makarel kalengan ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi karena mengandung zat kimia tertentu sejenis protein yang tidak ramah bagi tubuh manusia. Nh, reaksi alergi yang terjadi pada tubug dapat bersifat ringan hingga serius.

Di antara reaksi alergi ringan antara lain hidung berair, kulir badan dan area di sekitar mulut gatal-gatal, serta mata gatal dan berair.

Kemudian untuk reaksi alergi serius yang mungkin terjadi adalah syok anafilaktik. Syok anafilaktik ditandai dengan kesulitan bernapas dan tekanan darah menurun drastis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here