KPAI: Penganiaya Bayi Calista hingga Koma Harus Dihukum!

0
396
Ketua KPAI Susanto (foto: ist)

ORANYENEWS- Penganiayaan berat yang dialami bayi Calista, berusia 1,3 tahun, membuat banyak pihak geram, tak terkecuali dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga yang bertugas melindungi anak-anak Indonesia ini dengan tegas mendesak agar penganiata bayi Calista haruslah mendapat hukuman.

“Jika terbukti, pelaku harus dijerat hukum,” tegas Ketua KPAI Susanto kepada Oranyenews.com, Kamis 22 Maret 2018.

Pemimpin lembaga perlindungan anak ini mengaku sangat miris dan prihatin dengan peristiwa yang menimpa bayi Calista. Dia pun berharap pihak kepolisian mendalami seperti apa peristiwa yang terjadi sebenarnya.

“Kepolisian perlu mendalami secara utuh terkait kasus ini,” katanya.

Sudah 12 hari Bayi Calista mengalami koma atau tak sadarkan diri di RSUD Karawang sejak dibawa pada 10 Maret 2018 lalu, karena dua kali mengalami kejang-kejang.

Sang ibu, Sinta (27) mengaku bahwa anaknya sudah sebulan mengalami sakit dan dua kali kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Saat diperiksa di UGD, didapati luka memar kuning (sudah lama) dan biru (baru terjadi) di tubuh bayi malang tersebut. Bahkan, petugas medis mendapati adanya infeksi kornea di mata kanan dan kiri bayi perempuan malang itu. Mengenai koma bayi Calista, diduga terjadi peradangan otak, namun harus dipastikan lewat CT Scan, karena hingga saat ini Calista masih dibantu alat pernafasan karena lemahnya respon nafas bayi malang itu.

Sinta mengaku bahwa pacarnya, yang tidak disebutkan nama, seringkali melakukan tindakan penganiayaan kepada bayinya. Bahkan, pernah karena Calista menangis, sang pacar menggigit dadanya hingga mengalami luka. Sang pacar tidak suka bayinya rewel dan menangis, khawatir membangunkan kedua orangtuanya.

Kini polisi tengah menyelidiki kasus penganiayaan bayi malang tersebut dengan memeriksa 6 orang anggota keluarga sang pacar. Namun, hingga kini belum juga ditetapkan siapa tersangka, pelaku penganiayaan bayi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here