Menteri Agama Didesak Panggil Biro Haji dan Umrah, Cegah Timbul Korban Lagi

0
306
Suasana di masjidil haram (foto: Ist)

ORANYENEWS- Polisi telah menangkap pemilik biro perjalanan umrah dan haji PT Solusi Balad Lumampah (PT SBL). Penangkapan tersebut sebagai akibat dari tidak berangkatnya 12.845 orang calon Jemaah umroh termasuk 117 calon Jemaah haji plus.

Dari total calon Jemaah yang belum berangkat, sebesar Rp300 miliar telah diterima PT SBL dan diduga digelapkan dan dibelanjakan untuk membeli beragam aset baik bergerak maupun tidak bergerak berupa rumah, kendaraan roda empat dan roda dua.

KKI menyesalkan terjadinya kasus ini setelah sebelumnya kasus First Travel yang menelan puluhan ribu korban. Modus yang dilakukan oleh PT SBL hampir sama dengan yang dilakukan Biro First Travel dan biro perjalanan umroh dan haji lainnya yang menipu calon jemaah umroh, namun modus ini seakan-akan dibiarkan oleh regulator.   KKI berpandangan kejadian ini menguatkan persepsi masyarakat bahwa sistem dan managemen pengawasan terhadap biro umroh dan haji selama ini sungguh lemah dan tidak mampu lagi mengikuti perkembangan hukum dan tuntutan masyarakat.

KKI mendesak agar Kementerian Agama segera melakukan pemanggilan, dan pemeriksaan atas seluruh biro perjalanan umroh dan haji, mengingat berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Kementerian Agama berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan Ibadah Haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan Kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh Jemaah Haji.

Kementerian Agama harus segera melakukan segala upaya untuk pencegahan terjadinya korban-korban dari biro perjalanan umroh dan haji lainnya, mengingat saat ini sudah banyak juga yang sedang menjalani proses hukum.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here