Seorang Pengemis di Matraman Didapati Bawa Uang Jutaan Rupiah

0
552
Razia pengemis di JPO Matraman.

JAKARTA- Seorang pengemis kedapatan membawa uang jutaan rupiah saat terkena razia PMKS (Penyandang masalah kesejahteraan sosial) di Jakarta Timur.

Pengemis tersebut kedapatan saat tengah meminta uang di jembatan penyeberangan orang (JPO) Tegalan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa 6 Juni 2017.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Benny Martha, mengaku anggotanya mendapati pengemis tersebut membawa uang Rp3,475,000, ditambah uang logam yang belum dihitung.

“Pengakuannya uang itu akan ia berikan ke anak-cucunya di Padang, Sumatera Barat,” ujar Benny saat dikonfirmasi, Rabu 7 Juni 2017.

Saat diinterogasi, pengemis bernama Jasir (75) yang diketahui dari Padang, itu mengaku sudah bertahun-tahun mengemis di Jakarta. Dia seringkali berpindah tempat untuk mengelabui petugas, agar tidak terkena razia.

Jasir yang sulit berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan lebih berkomunikasi dengan bahasa Padang itu, kini diamankan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur. “Di sana dia akan mendapatkan pelayanan sosial agar hidupnya lebih baik lagi,” urainya.

Peristiwa di atas kembali mengingatkan masyarakat dengan peristiwa dua pengemis yang kedapatan membawa uang sebesar Rp25 juta rupiah pada tahun 2013 lalu.

Keduanya bernama Walang bin Kilon (54) dan Sa’aran (60), mereka terkena razia Sudin Sosial Jakarta Selatan. Keduanya membawa plastik hitam, yang di dalamnya terdapat sejumlah plastik kecil yang ternyata isinya adalah tumpukan uang.

Setelah ditotal semuanya, ternyata jumlahnya mengejutkan mencapai Rp25 juta lebih.

Peristiwa lainnya ada juga seorang pengemis wanita bernama Siswari Sri Wahyuningsih di Semarang yang kedapatan membawa deposito Rp140 juta dan uang tabungan Rp16 juta. Di  kantongnya terdapat uang Rp500 ribu, dan juga tiga buah BPKP kendaraan roda dua.

Yang menarik lagi adalah hasil penggeledahan pengemis di Aceh tahun 2-15. Satpol PP Banda Aceh mendapati seorang pengemis yang memiliki emas, paspor, dan juga ringgit Malaysia. Pengemis tersebut mengaku bahwa emas yang dimilikinya adalah digunakan untuk mahar menikah.

Sedangkan uang ringgit dan paspor yang dimilikinya adalah modal untuk rencananya pergi ke Malaysia, tapi karena modalnya tidak cukup, maka dia mengemis terlebih dahulu.

Diketahui setiap bulan Ramadan, fenomena gelandang dan pengemis meramaikan suasana di kota besar selalu saja terjadi. Biasanya jumlahnya lebih banyak dibandingkan pada bulan-bulan lainnya, dan kebanyakan mereka ramai berkumpul di tempat-tempat ibadah, seperti masjid.

Beramal harus di bulan Ramadan, tapi harus juga berhati-hati jangan sampai salah orang.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here