Menteri Sosial – LPSK Berbagi Peran Lindungi Korban Persekusi

0
416
Khofifah Indar Parawansa

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo menemui korban persekusi, M dan keluarganya, di rumah perlindungan milik Kementerian Sosial di Jakarta Timur, Selasa 6 Juni 2017.

 

Keduanya menyempatkan diri berbincang-bincang dengan M dan keluarganya, yang terdiri dari ibu dan 6 saudaranya. Kunjungan dilakukan guna memastikan kondisi korban, apalagi M dan dua saudaranya saat ini tengah mengikuti ujian sekolah.

 

Khofifah Indar Parawansa mengatakan hasil koordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus persekusi Cipinang, diputuskan M dan keluarganya, untuk

dititipkan di rumah perlindungan milik Kemsos. Pasalnya, rumah perlindungan Kemsos ini juga kerap menjadi rujukan dari instansi lainnya, seperti Densus 88 dan BNPT.

 

“Kita siap membantu korban. Yang terpenting menjamin keberlanjutan pendidikan mereka karena tiga di antara anak-anak tersebut saat ini sedang mengikuti ujian,” ujar Khofifah kepada awak media.

 

Selain pendidikan, menurut Khofifah, pihaknya juga menurunkan tim psikolog untuk mengetahui kondisi psikologis korban. Mereka diterapi untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. Tapi, kalau dalam waktu sebulan pulih, mereka bisa dikembalikan ke lingkungan sosialnya.

 

Lain itu, dari hasil komunikasi dengan ibu korban, mereka membutuhkan suasana aman karena di lokasi rumah lama sudah tidak memungkinkan lagi.

 

“Kemsos mencarikan cara agar korban dan keluarganya bisa mendapatkan tempat tinggal di lokasi yang baru,” tutur dia.

 

Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, perlindungan terhadap korban persekusi M berikut keluarganya menjadi tanggung jawab LPSK, meskipun saat ini mereka ditempatkan di rumah perlindungan milik Kemsos di Jakarta Timur.

 

Menurut Hasto, perlindungan LPSK biasanya diberikan dalam jangka waktu enam bulan. Namun, dalam jangka waktu tersebut akan dilihat lagi apakah potensi ancaman terhadap korban masih tinggi.

 

“Kalau potensi ancaman itu tinggi, LPSK bisa mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk memindahkan ke tempat yang lebih aman,” kata Hasto.

 

Hasto mengungkapkan, selain kasus persekusi dengan korban M dan keluarganya, LPSK juga telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak mengenai perlindungan yang mungkin diberikan kepada korban-korban dari kasus-kasus persekusi yang lainnya. Apalagi, kasus persekusi belakangan ini cukup marak dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

 

“Kita (LPSK) proaktif menawarkan program perlindungan bagi korban-korban persekusi yang lain, sebelum mereka mengajukan permohonan ke LPSK, kita sudah turun ke lapangan,” ujar dia.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here