4 Peristiwa Perampokan Bermodus Gembos Ban Mobil

0
606
Perampok gembos ban mobil.

JAKARTA- Jika Anda baru saja mengambil uang dari bank, membawa uang dalam jumlah banyak, atau membawa barang berharga di dalam mobil, haruslah berhati-hati. Apalagi jika anda rasakan ban mobil anda kempes tiba-tiba di tengah perjalanan. Bisa jadi kawanan perampok tengah mengintai anda.

Target mereka adalah Anda turun dari mobil di pinggir jalan untuk segera mengganti ban mobil. Dalam kondisi mobil tak terkunci, salah satu perampok dengan gerak cepat membuka salah satu pintu mobil untuk mengambil barang berharga anda. Jika anda mencoba melawan, mereka sudah siap dengan senjata tajam atau senjata api untuk melumpuhkan atau membunuh Anda.

Peristiwa perampokan dengan penggembosan ban ini seringkali terjadi. Setidaknya, Oranyenews mencatat ada 7 peristiwa perampokan dengan penggembosan ban tersebut.

GEMBOS MOBIL DI JATINEGARA

Selasa, 10 Mei 2016, seorang pengemudi mobil mengalami gembos ban dan berupaya mengganti ban mobilnya di pinggir jalan. Saat korban tengah mengganti ban, tiba-tiba dari sisi lain, pelaku langsung dengan cepat membawa barang bawaan korban di dalam mobil.

Korban yang mengetahuinya pun langsung berteriak minta tolong. Beruntung tak jauh dari lokasi terdapat sejumlah anggota Resmob Polres Jakarta Timur. Mendengar teriakan korban, anggota Resmob pun berusaha menangkap pelaku. Terjadilah kejar-kejaran antara polisi dengan perampok, hingga akhirnya polisi menembak kaki salah satu pelaku, dan kedua pelaku berinisial MH dan DS pun ditangkap. Polisi juga menangkap DW, seorang penadah dari barang-barang hasil rampokan pelaku.

PINTU GOYANG DAN GEMBOS BAN DI LAMPUNG

April 2017, Polda Lampung membekuk pelaku perampokan sadis dengan modus pintu goyang dan gembos ban. Ketiga pelaku ditangkap saat tengah melakukan aksi merapok korban dengan modus tersebut.

Biasanya pelaku pura-pura memberitahu pintu mobilnya kurang tertutup alias pintu goyang di tengah jalan kepada pengemudi yang berkendara seorang diri, dengan harapan pengemudi berhenti, keluar, lalu mencoba menutup pintu tersebut. Di situlah perampok beraksi, dengan membawa senjata tajam, dengan cepat kawanan lainnya dari sisi lain mengambil barang berharga dari dalam mobil. Begitu juga dengan modus ban mobil kempes.

Ketiga pelaku ini sudah terbiasa beroperasi di kawasan Bandar Lampung. Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku selalu mengendarai sepeda motor.

KELOMPOK BEKASI RAMPOK WARGA INDIA

17 Juli 2013, kawanan perampok modus gembos ban beraksi merampok warga negara India. Kawanan itu membagi tugas, satu orang mencari sasaran potensial di dalam bank, saat korban tengah transaksi. Setelah korban ditandai, usai transaksi dan keluar bank, mobil korban yang tengah parkir ditancapkan paku.

Korbannya adalah pasangan suami istri warga negara India, Gohel Praful Chandra dan Anupam Praful Chandra Gohel. Empat pelaku ini menggunakan dua unit motor, satu motor bertugas memberitahu bahwa ban mobilnya kempes, dua kawanan di motor lainnya bertugas menghalang-halangi laju kendaraan korban agar pelan lajunya.

Usai diberitahu ban mobilnya kempes, korban kemudian menepikan mobilnya, lalu keluar untuk mengecek. Di saat mobil berhenti itulah, pelaku lainnya membuka pintu belakang samping kanan untuk mengambil tas laptop yang isinya dokumen, dan barang berharga lainnya.

Istri korban yang ada dalam mobil pun berteriak, sehingga warga yang mendengarnya langsung mengamankan DC, dari pengembangan penangkapan DC polisi menangkap 4 pelaku lainnya di tempat persembunyian mereka di Bantar Gebang, Bekasi.

BULE BALI JUGA JADI KORBAN PERAMPOK GEMBOS BAN

Juni 2012, Polresta Denpasar menangkap kelompok perampok bermodus penggembosan mobil dengan spesialis korban wisatawan asing. Ketiga pelaku berinisial MAM, MD, dan RA. Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam jalankan aksi.

Yang pertama ditangkap adalah MD di sebuah kos di wilayah Denpasar, dari sinilah didapati dua nama lain berinisial MAM dan R. MAM berperan sebagai joki, serangkan R berperan sebagai eksekutor.

Kelompok ini sudah cukup lama beraksi di Denpasar, Bali. Selama 8 bulan terakhir mereka beraksi di 11 lokasi berbeda, yang tersebar di Bali.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here