Bikin Heboh, Warga Sliwung Situbondo Ditemukan Tewas Gantung Diri

Bikin Heboh, Warga Siliwung Situbondo Ditemukan Tewas Gantung Diri
Foto : PortalIndonesia

Oranyenews.com, Situbondo – Warga Desa Sliwung, Kacamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mendadak heboh dengan adanya penemuan seorang pria gantung diri, Senin (6/1/2020).

Menurut informasi yang dihimpun, Suhatijo (51) warga Dusun Sliwung Utara, RT 06 RW 03, Desa Sliwung, Kecamatan Panji, yang juga pernah bekerja sebagai sopir tersebut, bunuh diri di tempat penyimpanan pakan sapi di dekat rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh sang istri, Nawema (45), Senin (6/1/2020), sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

Kejadian bermula pada pukul 03.30 WIB, istri korban (Nawema) yang baru selesai melaksanakan shalat shubuh didalam rumahnya, mencari suami ditempat tidurnya. Namun korban diketahui tidak ada ditempat tidur.

Kemudian, Nawema mencari sang suami menuju tempat penyimpanan pakan ternak serta melihat sang suami dalam keadaan tergantung dengan kondisi leher terikat tali tambang. Tali tersebut diikatkan pada kayu bagian atap tempat pakan ternak tersebut.

Melihan kondisi tersebut, sang istri korban pun langsung memberitahukan kepada tetangga dan warga sekitar.

Baru selanjutnya dilaporkan kepada kepala desa setempat serta ditindak lanjuti ke Polsek Panji.

Kabar tersebut langsung merebak hingga mengejutkan warga disekitar, khususnya yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Pasca menerima laporan mengenai peristiwa tersebut, Kapolsek Panji, AKP Bambang Irianto SH, bersama dengan Kanit Reskrim Aiptu Fachus S, Babinsa Koramil Panji, Sertu Joko Prianto dan juga bersama petugas Puskesmas Klampokan, Moh Suji beserta Kasie Trantib Kecamatan Panji Moh Aris.

Dijelaskan oleh Kapolsek Panji, AKP Bambang Irianto melalui Kanit Reskrim Polsek Panji, Aiptu Fachus S, korban gantung diri karena diduga ada faktor penyakit struk yang dideritanya pasca kecelakaan.

Kecelakaan tersebut, diketahui terjadi ketika masih menjadi sopir dan tidak kunjung sembuh hingga mengalami gangguan pikiran.

“Di tubuh korban pada bagian lehernya, ada bekas jeratan tali tampar. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan hal mencurigakan lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah oleh petugas medis Puskesmas Klampokan diduga kuat jenazah meninggal murni bunuh diri,” terang Aiptu Fachus S.

Dengan adanya kondisi tersebut, pihak keluarga mengaku bisa menerima serta ikhlas atas kematian korban.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here