Prof Amani Lubis Jabat Rektor UIN Jakarta 2019-2023

0
268

ORANYENEWS- Prof Dr. Amani Lubis MA dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Selain, UIN Jakarta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga melantik dua pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya.

Pelantikan dilaksanakan di Operation Room Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3 – 4, Jakarta.

Ketiga pimpinan PTKIN yang dilantik sebagaimana tercantum pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor: B.II/3/00429, B.II/3/00430, dan B.II/3/00431 yaitu: Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Sumanta, M.Ag sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syek Nurjati Cirebon, dan Dr. Inayatillah, S.Ag, M.Ag sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh.
Hadir sebagai saksi, Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Lukman menyampaikan lima pesan bagi pimpinan PTKIN.

Pertama, Menag berharap agar para pimpinan PTKIN menjaga tradisi akhlak Islami dan intelektual yang terus berkembang di kampus-kampus PTKIN. “Karena kita Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, maka sebebas apa pun intelektualitas kita berkembang, sebebas apa pun kita menggali ilmu pengetahuan, saya ingin seluruhnya harus bertumpu pada akhlak,” pesan Menag.

Tidak hanya bertumpu, tandasnya, tapi juga setiap pengembangan intelektual yang dilakukan PTKIN harus berorientasi pada terwujudnya masyarakat yang berakhlak baik. “Dan tentu itu tetap dengan menjaga kehidupan intelektualitas kampus sebagaimana lazimnya perguruan tinggi,” kata Menag.

Kedua, terkait dengan moderasi beragama Menag menginginkan PTKIN menjadi kampus-kampus terdepan dan berkelas dunia. Untuk itu menurut Menag ada dua hal yang harus dilakukan oleh PTKIN agar menjadi world class university.

Langkah pertama, civitas PTKIN harus akrab dengan persoalan aktual yang ada di masyarakat. Karena menurutnya, perguruan tinggi bukanlah menara gading. “Saya minta PTKIN harus lebih proaktif untuk speak out, speak up merespons persoalan masyarakat. Khususnya dalam masalah agama dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya. Dan dalam merespons permasalahan itu tetaplah bertumpu pada moderasi beragama,” kata Menag.

Moderasi beragama menurut Menag perlu dilakukan, karena saat ini masyarakat dihadapkan pada tarikan paham-paham keagamaan yang sangat konservatif sehingga seolah tercerabut dari realitas kekinian. “Di sisi ekstrem yang lain juga berkembang paham liberal, yang juga sesungguhnya tercerabut dari realitas kehidupan keagamaan dan keindonesiaan kita,” imbuh Menag.

Ketiga, Menag berpesan agar para pimpinan PTKIN selain berorientasi pada kuantitas juga harus lebih menitikberatkan pada kualitas. “Kualitas lebih diutamakan dalam banyak hal. Agar PTKIN memiliki kekhasannya, di mana Saudara menjadi pimpinannya,” kata Menag.

Keempat, Menag meminta pimpinan UIN Syarif Hidayatullah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan STAIN Meulaboh untuk memfokuskan diri pada tata kelola kelembagaan. “Benahi tata kelola kelembagaan, khususnya manajemen organisasi dan manajemen keuangan,” tegas Menag.

Kelima, Menag meminta pimpinan PTKIN untuk menjaga kebersamaan di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Suasana kebersamaan yang dibangun diharapkan Menag dapat menjadikan visi misi PTKIN dapat lebih mudah terwujud. “Kepemimpinan Saudara diharapkan dapat mengayomi semua entitas yang ada dalam perguruan tinggi yang Saudara pimpin,” pesan Menag.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here