BNPB: Gempa Lombok, Korban Meninggal 82 Orang

0
87

ORANYENEWS- Gempa bumi berkekuatan 7 SR yang terjadi di Minggu 5 Agustus 2018 sore menimbulkan korban hingga 82 orang meninggal dunia.

Tak banya korban meninggal, gempa yang terjadi pukul 18.40 itu mengakibatkan raturan orang mengalami luka, ribuan rumah mengalami kerusakan.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengungkapkan data korban tersebut adalah data terakhir yang masuk ke intansinya hingga Senin (6/8/2018) pukul 02.30 WIB.

Sutopo mengungkapkaj daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

“Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi,” ungkapnya dalam rilis, Senin (6/8/2018).

Lain itu, kata Sutopo, Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. sutopo memperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sutopo menegaskan Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan, kata Sutopo. Saat ini, 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan.

Bersama dengan Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak, saat ini, BNPB juga bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.

Instansi lainnya seperti TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada 6/8/2018 pagi.

Saat ini fokus utama BNPB adalah mencari, penyelamataj dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.”

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here