Viral Polisi Hajar Ibu-Ibu di Minimarket, Terkuak Peristiwa Sebenarnya

0
76

ORANYENEWS- Beredar sebuah video seseorang mengenakan kaos kuning bertuliskan polisi tengah menghajar ibu-ibu di sebuah minimarket. Di sosmed disebut penyebabnya HP anak polisi tersenggol ibu tersebut dan pecah. Tapi, ternyata tidak seperti itu kejadiannya. Lalu, bagaimana cerita aslinya?

Awalnya di sosmed tampak sebuah foto dan video bergambar polisi tersebut dan dua orang ibu, serta anak remaja wanita tengah duduk di minimarket minta ampun sembari menangis.

Tiga orang sindikat pengutil saat ditangkap.

Adalah sebuah akun facebook bernama Candrasha wirapatie memberikan caption berikut”

POLISI HEBAT YG BISA MENGHAJAR IBU IBU DISEBUAH MINI MARKET. GARA” HP ANAKNYA TERSENGGOL ANAK IBU TSB DAN PECAH!!!
MUDAH”N OKNUM POLISI SEGERA MENEMUI JALANNYA !!!

Tapi ternyata tidak seperti itu kejadiannya. Ternyata, perwira polisi berpangkat AKBP YS tengan memergoki sindikat pengutil di sebuah minimarket Pangkalpinang. Dia mengakui pria berkaos kuning itu adalah dirinya.

Saat dihubungi media, AKBP YS menceritakan hari itu pukul 19.00 WIB, dirinya mendapat telepon dari toko tersebut. Dilaporkan kepada dirinya ada segerombolan pengutil berjumlah enam orang yang masuk toko tersebut.

“Video tadi kronologisnya aku lagi di rumah dapat telepon dari toko pada pukul 19.00 WIB ada orang masuk toko pura-pura belanja berombongan berjumlah tujuh orang. Enam orang masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap yakni dua ibu-ibu dan satu anak usia 14 tahun. Empat orang lainnya melarikan diri pakai mobil Avanza. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Pangkalpinang,” ujarnya.

Saat itu, YS mengaku emosi menghadapi para pelaku pencurian itu. Apalagi, ketiga pelaku yang kepergok lalu ditangkap satpam itu tidak memiliki identitas apa pun dan tidak mengakui perbuatannya. Padahal barang bukti hasil pencurian mereka yang disimpan di dalam baju telah ditemukan penjaga toko.

“Ibu itu ditanya tidak tau semuanya, KTP tidak ada, tempat tinggal tidak ada, ditanya empat temannya yang lari tidak tau. Jadi saya emosi karena ditanya berulangkali ibu-ibu itu tidak mengaku dan menutup sindikat kawan-kawannya,” jelasnya.

Menurut YS, jika saja kedua perempuan itu mencuri untuk kebutuhan konsumsi susu anaknya karena memang benar-benar tidak memiliki uang guna membeli, dia malah akan memberikan susu dan barang-barang yang diambil itu dengan gratis.

“Kalau ibu-ibu itu mencuri di toko saya, mencuri susu untuk kebutuhan anaknya malah saya akan kasih dengan cuma-cuma. Tapi ini rombongan, kita menduga ini sindikat. Masa beli susu ramai-ramai, dan tidak ngaku, menutup-nutupi pelaku lainnya. Ditanya tidak mengaku, saya jadi emosi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here