Anak Autis Tak Boleh Naik Pesawat, KPAI Panggil Dirut Citilink

0
36
(foto: Citilink)

ORANYENEWS- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo terkait adanya pelarangan anak berkebutuhan khusus atau autis naik pesawat Citilink.

Ketua KPAI Susanto menyatalan bahwa pihaknya akan mengklarifikasi peristiwa yang belakangan ini viral di media sosial dan media massa.

“Untuk memastikan hal tersebut, kami akan panggil Direktur Utama Citilink utk dimintai klarifikasi. Seperti apa kondisi sebenarnya, apakah sebagaimana informasi yg beredar. Ini bagian dari proses yg akan kami dalami. Prinsipnya, semua moda transportasi harus memberikan layanan secara memadai dan adil untuk semua anak, termasuk anak yg berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Duduk Peristiwa

Peristiwa pertama kali diposting oleh ibu korban Anna Hermawan di akun media sosialnya, Senin 11 Juni 2018.

Anna menceritakan, anaknya yang berkebutuhan khusus tak boleh naik ke pesawat Citilink pada Sabtu 9 Juni 2018 lalu di bandara Yogyakarta.

Saat itu anaknya mendadak dibawa untuk ke posko kesehatan untuk diperiksa karena dianggap aneh. Dia sangat menyesalkan sikap petugas yang memperlakukan anaknya seperti buronan narkoba.

“Kami seperti buronan narkoba yang tercyduk,” curhat Anna.

Hingga akhirnya, hasil pemeriksaan menyatakan anaknya dinyatakan tak layak terbang. Anna kemudian menposting surat keterangan yang menyatakan anak Anna tidak laik terbang disebabkan autis. Selanjutnya, Anna dan keluarga dijadwalkan ulang terbang pada Senin 11 Juni 2018.

“Dan lagi-lagi kami dicekal berangkat, karena alasan membahayakan di atas,” tulis Anna.

“Selama ini anak kami selalu tenang kalau di pesawat. Yang buat kami sedih, kenapa harus dibedakan penumpang normal dengan autis?? Di pintu masuk anak kami dilarang masuk, dikunci oleh petugas,” sambungnya.

4 jam setelah postingan pertamanya, Anna mempostingan soal permintaan maaf maskapai. Dia menyebut pihak maskapai telah menghubunginya langsung.

“Teman-teman terima kasih atas komen dan perhatiannya. Dari pihak maskapai sudah menghubungi saya dan minta maaf atas kejadian ini. Besok Insya Allah kami boleh berangkat lagi. Mohon doanya,” tulis Anna.

Vice President Corporate Secretary Citilink Ranti Astary Rahman saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menyayangkan terjadinya pelarangan tersebut mengingat Anna dan keluarga merupakan penumpang yang kerap menggunakan Citilink.

“Kami menyayangkan kejadian ini, mengingat ibu Anna dan keluarga merupakan penumpang reguler yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat Citilink Indonesia,” tutur Ranti.

Ranti menjabarkan bahwa masalah pelarangan terbang tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan Citilink Indonesia akan memberangkatkan penumpang tersebut pada hari Selasa 12 Juni 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here