Serangan Balik Duo Madura

0
140

ORANYENEWS- Orang madura terkenal dengan masyarakat yang eksklusif, kuat keagamaannya, jujur, lugu namun paling berani dalam mempertahankan hak-haknya. Tidak percaya? kalau anda habis maghrib datang ketemu bos-bos madura pemain lapak barang bekas, besi tua, kayu, gigi palsu ataupun bos terpal. Saya jamin anda ditemuin dengan hanya memakai sarung, bukan celana panjang atau jeans.

Dulu di Madura sering kali terjadi carok karena suami tahu istrinya digoda oleh laki-laki lain, tanpa ba bi bu langsung ditantang pria yang menggodanya,wweeesssss, salah satu dari mereka terkapar terkena sabetan clurit. Kamu atau aku yang mati. Itulah kultur kuat orang madura.

Cerita madura berlanjut ke Bekasi. Irfan dan Rofik 19 tahun asal Pamekasan, Madura, menghabisi pembegal atau penjahat di Bekasi Selasa malam 22 Mei malam, Saat selfi-selfian di jembatan Summarecon Bekasi, datang pembegal untuk meminta hp milik irfan, tidak terima haknya dirampas, Irfan dengan tangan kosong melawan 2 Penjahat yang memegang clurit.

Prak, prak, prak, gelepak. Seorang pembegal meninggal dunia, satu lagi luka parah. Secara ksatria Irfan mendatangi kantor polisi menyerahkan Clurit yang bersimbah darah. Irfan diberi apresiasi oleh Kapolres Bekasi karena keberaniannya melawan penjahat.

Cerita madura berlanjut ke ibukota, Prof Mahfud MD, 61 tahun asal Sampang, Madura, menghabisi mantan bos PKS dan mantan bos PAN pada kasus gaji BPIP, Saat sedang memikirkan bagaimana melawan teroris dan membumikan Pancasila, datang issue yang menggugat gajinya, padahal jangankan menerima, tahu besaran gajinya saja tidak. Tidak terima haknya diganggu Mahfud MD dengan tangan kosong melawan 2 bos tersebut.

Prak, prak, prak, gelepak. Prof Mahfud MD menghabisi PKS. Ada 2 Koruptor besar di PKS, jadi jangan sok suci. Begitu kata Prof Mahfud.

“Taruh pak Hidayat Nur wahid yang dianggap paling bersih pernah kembalikan gaji nggak? Amien Rais pernah mengembalikan gaji nggak? Siapa coba? Menteri nggak ada? Karena nggak ada mekanisme pengembalian gaji itu,” ujar Mahfud menantang keduanya.

Begitulah orang Madura, sama aja sifatnya baik yang tinggal di Arab, Tapal Kuda, Kalimantan atau Jakarta. Madura tetap kuat dengan logat dan budayanya. Jangan coba-coba menganggu langkah sunyi mereka. Dibalik diamnya tersembunyi keberaniannya, tapi tetap paling lucu dalam beberapa kisah.

Seorang santri madura ditanya “ cong bagaimana orang-orang di Pamekasan? apakah semuanya sudah beragama Islam?”. Santri Madura itu menjawab, “ Alhamdulillah semua sudah Islam tapi sayang masih ada sedikit yang muhammadiyah”

Penulis: Mixil Mina Munir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here