Jika THR Kurang, Ini yang Harus Dilakukan

0
292
Uang Tunjangan Hari Raya.

ORANYENEWS- Hari Raya Idul Fitri, setiap perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya bagi pekerjanya. Tapi, bagaimana jika ternyata kewajiban perusahaan itu tidak dipenuhi dengan baik. Apa yang harus dilakukan pekerja?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meminta pekerja atau buruh melapor jika mereka tidak memperoleh haknya dengan baik dalam menerima tunjangan hari raya (THR). Laporan tersebut, akan ditindaklanjuti. Bisa saja berujung dengan tindakan terhadap perusahaan tersebut.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Dirjen PPK dan K3) Sugeng Priyanto mengatakan jika tidak dilaporkan, maka pihaknya tidak akan tahu adanya masalah.

Setelah mendapat laporan, maka Kemenaker bisa menindak perusahaan apabila mendapatkan laporan dari buruh. Kemenaker tentunya tidak memonitor secara langsung satu persatu perusahaan.
Lalu kemudian, pihak Kemenaker akan memproses bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya. Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan tidak membayarkan THR maka pihaknya akan turun tangan melakukan penegakan hukum.

Diketahui, setiap perusahaan wajib membayarkan tunjangan Hari Raya maksimal 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Pengakuan Sugeng, biasanya ada saja perusahaan yang terlambat membayarkan THR kepada karyawannya.Tahun lalu, dia mendapati 400-an buruh yang melapor kepada kementerian.

Undang-Undang tentang THR
Permenakar Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, mengatur bahwa seseorang yang sudah bekerja selama sebulan terus menerus wajib mendapatkan THR. Namun, berbeda dengan pekerja yang sudah bekerja minimal selama 1 tahun.

Bagi pekerja yang sudah bekerja selama 1 tahun, dapat THR 1 kali gaji. Sedangkan, yang sudah lebih dari sebulan, dihitung proporsional antara gaji dibagi 12 bulan dikali masa kerja.

Sebagai contoh, jika gaji Anda Rp5,000,000 tapi masa kerja selama 2 bulan, maka THR yang anda dapatkan adalah Rp5.000.000:12= Rp416.666x 2 bulan (masa kerja)=Rp833.333.

Lalu, apa yang diterima di dalam THR tersebut. Menurut Permenaker yang diterima ada dua hal. Upah pokok termasuk tunjangan tetap, dan upah bersih yang diterima selama sebulan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here