Dikira Teroris, Ibu dan 6 Anak yang Menginap di Masjid Ini Ternyata..

0
207

ORANYENEWS- Marak peristiwa terorisme membuat banyak pihak berhati-hati terhadap orang yang belum dikenalnya. Termasuk kehati-hatian yang diterapkan salah satu masjid di kawasan Blok M Jakarta Selatan dan sopir angkot saat mendapati seorang ibu dan 6 anaknya menginap di masjid tersebut.

Pengurus masjid yang tidak menghendaki satu keluarga tersebut menginap di masjid, meminta Hanri Jeki, sang kepala keluarga untuk tinggal di Dinas Sosial. Dan bukan di masjid.

Keluarga Hanri Jeki ini terlantar di masjid karena terusir dari kontrakan mereka di kawasan Kramat Pella, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, karena sudah berbulan-bulan tidak bayar kontrakan. Karena suami baru mendapat pekerjaan dan belum ada uang untuk mencari kontrakan akhirnya terpaksa suami-istri dan ke-7 anak mereka ini menginap di masjid.

Hanry Jeki yang berasal dari Padang Sumatera Barat ini tidak bersedia keluarganya tinggal di Dinas Sosial dan mengaku punya kerabat di Ciputat, Tangerang Selatan, dan berencana untuk tinggal sementara di sana.

Demikian diceritakan Nimun, salah satu petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur saat dihubungi pada Rabu (23/5).

Ketika dalam perjalanan menggunakan angkot menuju Ciputat, kata Nimun, sang suami beserta anak pertamanya turun terlebih dahulu dari angkot. Namun angkot tersebut segera pergi dan memisahkan mereka antara suami dan 1 anaknya dengan istri beserta 6 anaknya.

“Istrinya yang bernama ibu Zamirah berusia 38 tahun ini bersama 6 orang anaknya dibawa ke kantor Polisi oleh supir angkot tersebut. Sopir angkot kayaknya curiga mereka teroris, makanya membawanya ke kantor polisi,” jelas Nimun

Karena tidak ada tanda-tanda mereka teroris, pihak kepolisian membawanya ke Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan. Akan tetapi Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan malah mengantar mereka ke Suku Dinas Sosial Jakarta Timur lantaran ibu Zamirah memilik KTP yang beralamatkan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur.

Untuk mendapatkan perawatan sementara, petugas pun menyelamatkan ibu Zamirah bersama 6 orang anaknya ke Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Di panti mereka akan dipenuhi kebutuhannya seperti makan, pakaian dan tempat tinggal.

“Menurut keterangan ibu Zamira, suaminya bernama Hanri Jeki. Lulus di Gontor tahun 1996 dan berkuliah di salah satu universitas di Arab Saudi. Gelarnya doktor. Istri bilang suaminya pernah jadi ajudan Zainal Ma’arif. Sebelumnya kami kesulitan mencari tahu informasi identitas dan pekerjaan suaminya. Mereka mencoba menutup-nutupi,” kata Nimun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here