Said Aqil Usul Kemenag Bikin List Penceramah Tidak Baik, Contohnya Habib Rizieq

0
321
Anies Baswedan dan Habib Rizieq (foto: Ist)

ORANYENEWS- List penceramah moderat yang diterbitkan Kementerian Agama terus menjadi perbincangan. Kali ini, pendapat datang dari Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj. Dia malah mengusulkan agar Kemenag menerbitkan daftar ulama tidak baik, sebagai peringatan kepada pengurus masjid. Dia mencontohkan Habib Rizieq yang masuk dalam list tersebut.

“Terus terang saja saya kurang sependapat soal itu, dengan membatasi 200 itu sesungguhnya masih ada ratusan pendakwah lagi yang ceramahnya bagus-bagus, malah sebenarnya yang radikal itu sedikit, sebetulnya kan yang harus ditentukan yang tidak baik itu ini, ini, ini, jangan malah yang baik yang dikeluarkan dari pendakwah umat Islam,” kata Said Aqil, di kantor PBNU, Jakarta, Minggu 20 Mei 2018.

Kata Kyai Said, harusnya yang dilakukan Kemenag adalah mengeluarkan larangan bagi penceramah yang tidak baik atau mengkritik Pancasila dan berdakwah tetapi berbicara kasar.

“Yang tidak baik lah yang harus dikeluarkan misalkan Habib Rizieq, misalkan. Saya tidak sependapat intinya (soal 200 nama), harusnya adalah dikeluarkan warning jangan undang jika yang tidak baik berceramah, berdakwah seperti misal Habib Rizieq. Jangan mengorbankan ribuan penceramah yang bagus-bagus. Intinya kurang rapi, kurang jeli, dan kurang tepat lah. Kasih kriteria lah jangan undang misal yang masih mengkritik Pancasila, saat dakwah ngomong kotor, misuh misuh, caci maki, memfitnah, menghasut, provokasi, ujaran kebencian,” ucap Said Aqil.

Meski begitu, Said Aqil menilai Kemenag memiliki wewenang membuat 200 nama yang direkomendasikan. Ia menilai meski tujuannya baik, tetapi kurang tepat.

“Tidak dilibatkan sama sekali (PBNU), tujuannya memang barangkali baik, tapi kurang tepat karena sekali lagi yang didaftar itu yang boleh, padahal ada ribuan yang boleh, harusnya warning yang diterbitkan pendakwah yang kurang baik,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here