Tarawih Pemprov DKI di Monas Ditolak Ulama, Natal Juga Pernah Ditolak Pendeta

0
162
Anak tengah mengikuti orangtuanya untuk salat.

ORANYENEWS- Rencana pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar salat Tarawih digelar di Monas pada 26 Mei 2018 mendatang ditolak ulama. Dari MUI, PBNU, hingga Muhammadiyah menyatakan ketidaksetujuannya dengan rencana tersebut.

KH Maruf Amin: Tarawih Bagusnya di Masjid

Menanggapi rencana Pemprov DKI Jakarta, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma’ruf Amin menyarankan agar Pemprov menggelar Salat Tarawih di masjid.

“Kita tidak tahu maksudnya apa, tujuannya apa, ya kan harus ada tujuannya, karena saya tidak tahu motifnya apa, kalau saya sih sebagusnya tarawih itu di masjid,” kata Kyai Ma’ruf.

Kyai Ma’ruf mengatakan salat Tarawih memang bisa dilaksanakan di mana saja. Namun, menurut dia, perlu ada alasan jelas mengapa salat tersebut harus digelar di Monas.

“Salat itu di mana saja, tapi kan bagusnya di masjid. Kecuali ada tujuan yang apa gitu, tujuannya apa sehingga harus salat di lapangan, kalau nggak ada apa-apa untuk apa,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, kyai Maruf menyarankan untuk mempersatukan warga sebaiknya salat Tarawih dilakukan di Istiqlal.

“Ya di Istiqlal saja, saya pikir anu lah, biar tidak menimbulkan masalah, konflik,” ujar dia.

PBNU: Kenapa Tak Makmurkan Masjid?

Rencana tersebut juga disikapi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ormas Islam terbesa di Indonesia meminta Pemprov DKI mengurungkan rencana salat tarawih berjemaah di Monas, Jakarta. PBNU mengimbau kegiatan tersebut dilakukan di Masjid Istiqlal.

“Kita punya Masjid Istiqlal segede itu. Jarak antara Masjid Istiqlal dengan Monas selangkah saja. Mengapa kita tidak memakmurkan masjid? Justru memakmurkan masjid adalah perintah agama,” ujar Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas.

Menurutnya jarak antara Monas dengan Masjid Istiqlal tidak berjauhan. Alasan lain PBNU mengimbau lokasi salat dipindah ke Istiqlal dengan tujuan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah.

“Jangan tinggalkan masjid dan berusaha mensyiarkan Islam di tempat lain. Mari kita makmurkan masjid dengan cara terhormat. Termasuk untuk salat tarawih,” tutur Robikin.

Robikin menerangkan, jika kegiatan keagamaan dilakukan di Monas bisa menimbulkan kompetisi tidak sehat antaragama. “Kalau agama tertentu menggunakan Monas untuk peribadatan nanti tidak bisa dihindarkan ada kompetisi secara tidak antaragama untuk memanfaatkan Monas,” kata Robikin.

Muhammadiyah: Tarawih di Monas Terkesan Politis

Penolakan rencana Pemprov DKI salat tarawih bersama di Monas juga ditolak PP Muhammadiyah. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti berharap lokasi tarawih tersebut dipindah ke masjid.

“Menurut saya memang sebaiknya salat tarawih di masjid,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti berpendapat Monas lebih baik digunakan untuk kegiatan sosial.

“Salat tarawih di Monas bisa menimbulkan kesan politis. Dalam konteks luas dan jangka panjang, bisa menjadi preseden untuk kegiatan serupa oleh pemeluk agama lainnya,” ujarnya.

“Sebaiknya Monas dipergunakan untuk kegiatan sosial bukan untuk kegiatan keagamaan, termasuk tarawih,” sambung Abdul Mu’ti.

Sandi Uno Bergeming

Walaupun mendapatkan kritik dari ulama dan ormas besar Islam dari di Indonesia dari MUI, PBNU, dan Muhammadiyah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tampaknya bergeming dan tetap akan melaksanakan kegiatan tersebut.

“Ya itu masukan yang baik. Jadi tentunya kita juga menentukannya tidak semena-mena, kita minta pandangan daripada para ulama, dan salah satu concern kemarin… itulah bagaimana kalau kita membludak keinginannya, ada masjid yang ditentukan seperti masjid Istiqlal tidak mencukupi,” kata Sandiaga.

Natal Pemprov DKI di Monas Juga Ditolak Pendeta

Rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar acara keagamaan di Monas bukan pertama kali. Natal bersama tahun lalu juga diusulkan Pemprov DKI Jakarta dilakukan di Monas, bahkan dengan anggaran APBD DKI Jakarta.

Namun rencana tersebut ditolak agamawan Kristiani, sehingga acara kemudian dipindahkan ke lokasi yang tertutup di JIExpo, Kemayoran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here