Pemuda dan Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi

0
126

ORANYENEWS- Pesantren merupakan salah satu ujung tombak perekonomian Bangsa, dan pemuda santri harus mandiri secara ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh saat membuka dan memberikan materi pada acara Lokakarya Pengembangan Kewirausahaan Pemuda di Pesantren/Pesantrenpreneur di Lamongan, Jumat malam (13/5/2018).

Lokakarya ini diikuti oleh pemuda santri dari perwakilan Pesantren dan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) di Jawa Timur. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Tanjung Kodok Beach Resort – Lamongan. Arief Prahasta selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa, lokakarya ini bertujuan untuk menyebarkan virus positif kewirausahaan di kalangan santri serta menumbuhkan kemandirian santri dalam mengoptimalkan potensi pesantren di bidang kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Ni’am menjelaskan bahwa pesantren di Indonesia memiliki kontribusi yang luar biasa dalam membangun kemandirian kita sebagai bangsa. “Pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang asli Indonesia yang tidak dimiliki oleh orang luar, pesantren juga meneguhkan kemandirian di sisi ekonomi. Inilah yang menjadi modal dasar dalam melawan penjajahan sehingga pesantren jadi benteng pertahanan untuk mewujudkan kemerdekaan. Karena kemandiriannya, pesantren tidak bisa didikte”, ucap Ni’am dalam sambutannya.

Ni’am menuturkan bahwa salah satu kunci kemandirian itu adalah berdikari di bidang ekonomi. Saat ini ekonomi kreatif menjadi salah satu sumber ekonomi, sumber penghasilan yang dominan dari pada sumber-sumber ekonomi yang bersifat tradisional. “Kata pepatah siapa yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dia yang akan eksis, kalau dia tidak mampu melakukan adaptasi dengan perubahan sosial sedemikian cepat pasti dia akan digulung oleh zaman”, ucap Ni’am.

Mantan Ketua KPAI ini menegaskan, para peserta yang memiliki basis pesantren mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga independensi itu dengan menguasai akses dan juga sumber-sumber ekonomi yang bersifat strategis, sehingga kita memiliki jiwa perjuangan ujarnya.

Dalam arahannya, Ni’am mengajak para peserta untuk bisa mengoptimalkan waktu dan kesempatan untuk membuka wawasan terkait dengan pentingnya kewirausahaan dan bagaimana cara memulainya dengan baik, untuk membaca daya dukung agar usaha yang akan kita mulai itu berlanjut, tidak hanya sekedar bertahan tetapi berlanjut dan juga berkembang.

Hadir dalam acara ini Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Imam Gunawan, dan para santri yang memiliki latar belakang kewirausahaan. Hadir sebagai narasumber antara lain dari pelaku usaha santri dan pimpinan pesantren yang sukses mengembangkan kewirausahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here