Kisah Briptu Nova Tolak Mundur Demi Pernikahan, Berikut Cerita Krishna Murti

0
353
Briptu Nova dan istri (foto : ist)
Briptu Andik dan istri (foto : ist)

ORANYENEWS- Di balik kelembutan wajahnya ternyata terdapat hati sekeras baja. Mungkin itu yang dapat digambarkan tentang sosok Briptu Nova Chairul Jannah. Demi mengejar cita-citanya sebagai polisi PBB, dia menolak saran atasannya untuk mundur.

Kisah ini diceritakan Brigjen Pol Krishna Murti, Kepala Hubungan Internasional Polri, melalui akun Instagramnya.

Dia menjelaskan bahwa seleksi yang kemarin diikuti Briptu Nova merupakan tes yang melibatkan polisi seluruh Indonesia yang memenuhi syarat dan sudah terjadwal setiap tiga tahun sekali oleh PBB. Tidak bisa dilakukan setiap tahun.

“Ada 233 orang (peserta dari seluruh Indonesia), 90 di antaranya polwan,” ujar Krishna Murti.

Tes dilakukan melalui sistem gugur, didahului dengan tes kemampuan bahasa Inggris.

“Nah di situ dia (Nova) lolos. Dari 233, lolos 113 lolos, dia satu di antaranya,” ucap Krishna Murti.

Briptu Andik mengusap airmata. (foto: ist)

Kemudian tes selanjutnya adalah mengemudi yang terbagi menjadi dua tahapan dan dilaksanakan selama dua hari. Pada tahap ini sebanyak 91 pesera lolos, termasuk Briptu Nova.

“Tesnya itu hari Sabtu. Karena yang menjalani tes banyak, sehingga dilakukan selama dua hari. Selanjutnya tes mengemudi di jalanan, pihak PBB yang mengetes,” ujarnya.

Akibat perubahan jadwal yang seharusnya ujian selesai pada Jumat (27/4/2018), Briptu Nova tak bisa menghadiri acara akad nikah.

Krishna Murti mengaku sempat menyarankan Briptu Nova pulang untuk melangsungkan akad nikah, walaupun risiko ia gugur.

“Saya sudah bilang akad nikah itu seumur hidup. Jadi kalau dia pulang kemungkinan memang dia tidak akan mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Krishna Murti.

Namun saran itu tak mempengaruhi Briptu Nova. Ia memilih tetap melanjutkan tahapan seleksi.

“Dia ingin banget jadi peace keeper (penjaga perdamaian). Saat jadi peace keeper itu mematangkan orang dan tambah ilmu, tambah kompetensi, dan menambah network internasional,” ujar Krishna Murti.

Ketika ijab kabul yang disaksikan mempelai wanita dengan vidio Call (foto : ist)

Krishna menceritakan, saat Briptu Nova melakukan video call dengan sang calon suami di sela-sela mengikuti tes mengemudi dan saat itu tengah menunggu giliran. Saat itulah dia menyaksikan akad nikah.

Namun, meski tidak dapat menghadiri acara ijab kabul, Nova masih dapat mengikuti acara resepsi pernikahannya yang digelar Sabtu sore, sekira pukul 15.00 WIB di Pontianak.

Sehari kemudian Nova kembali ke Jakarta untuk mengikuti ujian menembak di Sepolwan Ciputat, Banten. “(tes) menembak itu sudah tidak menggugurkan. Jika orang lulus menembak berarti layak diikutkan dalam misi berbahaya,” ujar Krishna.

Briptu Nova langsung mendaptakan ucapan selamat dari istri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, yakni Tri Suswati Karnavian.

“Kemarin (Sabtu) saya kontak Bu Tito, beliau memberi ucapan selamat,” ujar Krishna Murti.

Ketangguhan Briptu Nova juga diakui suaminya, Briptu Andik Trianto. Ia mengatakan Briptu Nova juga sosok mandiri dan pantang menyerah.

“Dia selalu bilang, kalau sudah ingin sesuatu pantang menyerah,” ungkapnya.

Andik juga menimpali bahwa Nova akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan impian dan cita citanya.

“Motivasi itu yang membuat keluarga selalu bersemangat,” terangnya.

Polisi yang bertugas di Biro Operasional Polda Kalbar ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendoakan dan memberi restu kepada dirinya dan Nova.

“Terima kasih Bapak Kapolri, Wakapolri, Pak Brigjen Krishna Murti, Pak Kapolda Kalbar, Pak Karorena Penmas. Semoga Nova Chairul Jannah dapat berangkat sesusai visi dan misi selama ini,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here