Dianggap Sapi Perah, Ini 3 Tuntutan Ribuan Ojek Online di DPR

ORANYENEWS- Ribuan driver ojek online dari berbagai aplikasi melakukan untuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka merasa diperlakukan seperti sapi perah oleh aplikator sehingga mengajukan 3 tuntutan ke Senayan.

“Kami seperti sapi perah, dimana-mana kebutuhan semakin naik, tapi tarif ojek online selalu turun. Mereka (aplikator) selalu mementingkan persaingan ojek online dengan (aplikator) Malaysia, tidak memikirkan nasib ojek online”, teriak orator aksi saat melakukan unjuk rasa di depam Gedung DPR, Senin 23 April 2018.

Dalam aksinya mereka mendorong agar DPR membuat regulasi sebagai payung hukum untuk melindungi para driver ojek online.

Tak hanya orasi, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, dan ikrar pengemudi ojek online.

“Kami mohon Bapak Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR, khususnya Komisi V bidang perhubungan, bersedia membentuk payung hukum yang di dalamnya memuat sekurang-kurangnya tiga aspek mendasar,” tulis Garda Roda Dua Negara Kesatuan RI (GARDA NKRI).

Di tengah aksinya, tiga perwakilan mereka diterima anggota Komisi V DPR RI yang membidangi tentang perhubungan.

Dalam aksinya mereka menuntu tiga aspek: pertama, pengakuan legal eksistensi, peranan, dan fungsi ojek online sebagai bagian dari sistem transportasi nasional.

Kedua, penetapan tarif standar dengan nilai yang wajar, yaitu Rp3.000-Rp4.000 per kilometer, dengan metode subsidi dari perusahaan aplikasi agar tarif penumpang tetap murah dan terjangkau.

Ketiga, perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online sebagai bagian dari tenaga kerja Indonesia yang mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here