Batal Nikah Dini, Kegigihan Siswa SMP Bantaeng Terbentur Izin Camat

0
110

ORANYENEWS- Kegigihan dua siswa SMP untuk melangsungkan pernikahan dini akhirnya terbentuk izin dispensasi dari Camat. Akhirnya, pernikahan yang sedianya dilakukan Senin 16 April 2018 urung dilakukan. Padahal, mereka sudah mengantongi izin dari Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Dua siswa SMP berinisial SY (15) dan FA (14) yang sebelumnya telah mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor KUA, Kecamatan Bantaeng, Kamis 12 April 2018, itu sempat menyambangi Kantor KUA Kecamatan Bantaeng di Jl Delima, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Saat itu, SY didampingi oleh ibunya dan FA didampingi bibinya. Namun, karena belum dapat izin dispensasi dari Camat, pernikahan yang sedianya dijadwalkan siang ini akhirnya dibatalkan. Mereka baru diperbolehkan melangsungkan pernikahan setelah dapat izin dispensasi Camat.

Chandra, Camat Bantaeng, beralasan terburu-buru dan hendak mendatangi pesta saat keduanya menyambangi kantor camat.

Menteri PPA Kirim Tim

Terkait dengan rencana pernikahan dini tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengirimkan tim untuk mencegah pernikahan dini yang terjadi di wilayah Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Akan ada tim untuk berusaha ke sana. Bagaimana caranya untuk mencegah ini,” ungkap Menteri PPPA Yohanna Yembise.

Yohanna menegaskan kementeriannya akan fokus pada pencegahan dengan melakukan sosialisasi, edukasi, dan pencerahan terkait pernikahan dini.

Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak ini mengakui belakangan ini banyak kasus pernikahan dini yang terjadi di Indonesia, termasuk salah satu kasusnya yang terjadi di Bantaeng.

Menyoroti kondisi tersebut, Yohanna kini berfokus memberikan perlindungan kepada hak anak sekaligus tidak membiarkan anak-anak untuk menikah di usia dini seperti yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Karena undang-undang ini masih berlaku, undang-undang 1/1974 masih berlaku. Jadi membutuhkan pendekatan-pendekatan khusus dengan keluarga,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here