2 Anak Ditelanjangi & Diarak di Bekasi, LPAI: Hukuman Harus Lindungi Masa Depan Anak

0
275

ORANYENEWS- Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) angkat suara perihal persekusi anak terduga mencuri jaket di Bekasi dengan cara ditelanjangi dan diarak warga setempat. Mereka menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga masyarakat.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri mengatakan jika anak-anak tersebut mencuri maka ini situasi ketika anak-anak menjadi pelaku sekaligus menjadi korban.

“Sebagai pelaku, ada UU Sistem Peradilan Pidana Anak untuk menangani mereka. Bisa saja di-diversi alias masalah diatasi di luar proses hukum konvensional. Anggaplah mereka dikembalikan ke orangtua. Tapi lantas apa? Jika tidak ada pendampingan bagi anak dan keluarganya (terutama agar orang tua punya pengasuhan yang lebih efektif), maka sami mawon. Anak dan keluarganya justru bisa mendapat pelajaran salah bahwa perbuatannya tidak berkonsekuensi (hukum) apa pun,” urainya.

Reza mengatakan publik dan aparat penegak hukum perlu mafhum bahwa hukuman bagi anak harus bersih dari unsur dendam. Juga harus tetap melindungi potensi-potensi anak untuk menghadapi masa depannya.

“Sebagai korban, ada UU Perlindungan Anak. Anak-anak bs mendapat perlindungan khusus selaku–misalnya–korban kekerasan, dan pelaku dikenai sanksi pidana,” katanya.

Diketahui tiga orang remaja SMP berinisial AJ (13) dan HL (13) diajak RZ (14) berkeliling kampung pada Minggu 8 April 2018. Kemudian, di sebuah gang Masjid Al Abror di Kampung Rawa Bambu, Harapan Jaya, Bekasi Utara, mereka bertiga berbagi tugas.

RZ yang paling senior memantau situasi, sedangkan HL dan AJ bertugas mengambil jaket milik Alim yang tengah dijemur di teras rumahnya. Namun, nahas aksi mereka kepergok warga sehingga mereka diteriaki maling, sontak HL dan AJ mencoba melarikan diri, HL membuang jaket ke parit. Namun, keduanya berhasil ditangkap warga. RZ berhasil menyelamatkan diri.

Dari situlah terjadi aksi persekusi yang dilakukan warga, keduanya dipukuli, ditendang, ditelanjangi hingga bugil dan diarak. AJ diarak hingga ke tempat tinggalnya, sedangkab HL hanya ditelanjangi di lokasi kejadian.

Nur (40) pelaku persekusi anak yang terduga mencuri jaket (foto: ist)

Ternyata pelaku persekusi adalah tiga orang dewasa berinisial MN alias Nur alias Tuyul (40) sudah ditangkap polisi, sedangkan dua orang lainnya T, dan N masih dalam pencarian. Akibat perbuatan persekusi tersebut, Nur akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here