Sekolah di Ibu Kota, Siswa SD Tempuh Sekolah 40 KM Jalan Kaki Sendirian

0
753

ORANYENEWS- Benar kata orang bahwa kemiskinan tidak hanya terjadi di tempat jauh, bisa jadi tetangga di kanan kiri mengalami kemiskinan. Tak jauh dari kantor Gubernur DKI dan kantor pemerintah pusat bahkan peristiwa itu terjadi.

Seorang siswa kelas 2 SD bernama Alpin yang sekolah di sekitar Thamrin City setiap hari harus berjalan kaki dari rumahnya ke Stasiun Parung Panjang-Tanah Abang, kemudian berjalan kaki lagi menuju sekolahnya di bilangan Thamrin City Jakarta Pusat.

Kurang lebih jarak yang harus ditempuh adalah 40 kilometer dari rumahnya di Parung Panjang hingga ke sekolahnya. Perjalanan ini ditempuh Alpin sendirian, tanpa didampingi ayah atau ibunya.

Pertama kali informasi ini diposting oleh akun FB bernama Caroline Ferry pada 4 April 2018 pukul 19.03 WIB. Pemilik akun pun bertanya mengapa anak ini sendirian naik kereta untuk ke sekolah hingga pulang malam hari.

Alpin mengaku bahwa ayahnya adalah seorang pekerja proyek yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sehingga jarang pulang, sedangkan ibunya sering sakit-sakitan, sehingga dia terpaksa berangkat sekolah sendirian di tengah ancaman di tengah perjalanan yang mungkin saja dia hadapi.

Sontak, informasi ini membuat geram netizen. Mengapa masih ada anak yang sekolah sangat jauh dari rumahnya, padahal masih banyak sekolah di sekitar rumahnya.

Salah satu netizen pun baru-baru ini bertemu Alpian dan mengikutinya hingga tiba di rumah, berikut ulasannya:

(lihat juga videonya di sini)

Alhamdulillah teman saya Caroline Ferry di pertemukan kembali sama dd Alpin. Makasih dek udah tepatin janji 2hari yang lalu untuk tunggu di kereta khusus wanita.

1. hari ini teman saya mencoba mencari tahu tentang dd Alpin ini dari stasiun tanahabang sampai rumah kediaman dd Alpin, ade ini bersekolah di SDN kebon kacang 02 Petang kelas 1 SD, dan tinggal di Griya Bakung Raya 3, parung panjang. Gak jarang juga si dd Alpin ini dari sekolah ke sta. tanahabang lalu dari sta. parung panjang ke rumah dengan berjalan kaki karena kehabisan ongkos. Dd Alpin merupakan anak 3 dari 5 bersaudara, 1 kakaknya sudah bekerja, 1 nya lagi muhamadiyah, memiliki 2 orang adik yang berumur sekitar 3th, dan 6 bulan. Ayahnya dd Alpin seorang buruh proyek yang pulang kerumah tidak menentu. sekarang ibunya tidak boleh terlalu kecapean paska operasi sesar.

2. di perjalanan ke arah rumah, teman saya dan dd Alpin bertemu dengan ular dan kondisi jalanan yang kurang penerangan dengan perjalanan waktu sekitar 1 jam kurang (berjalan kaki). Dd alpin tidak memiliki rumah, melainkan menumpang di rumah Kakak ibunya, dan membangun sebuah kamar yang dibangun dengan menggunakan triplek tepat di depan rumah tsb.

3. Dd alpin selalu berangkat dari rumah menuju sta. parung panjang jam 9 pagi, dikarenakan dd Alpin masuk sekolah jam 1 siang. dari rumah menuju sta. parung panjang harus berjalan kaki. belum lagi begitu sampai sta. tanahabang menuju sdn kebon kacang 02 petang harus jalan kaki. Dd alpin tidak pernah membawa uang jajan, dia hanya membawa uang untuk ongkos tiket kereta saja. jangan kan uang jajan, bekal makananpun gak pernah bwa. Jika ia di beri uang oleh orang lain, selalu ia kasih ke ibunya untuk dibelikan beras.

Sekiranya ada hati mulia yang mau membantu memberikan donasi untuk adik, bisa hubungin saya ataupun teman saya mba Caroline Ferry, atau jika ada yang bertemu langsung dengannya bisa bantu memberikan rejeki kalian. Adik ini tidak pernah meminta untuk dikasihani.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here