Ini Isi Prediksi Tsunami Setinggi 57 Meter di Pandeglang

0
1079
Tsunami yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu. (foto: Ist)

ORANYENEWS- Masyarakat di kawasan Pandeglang, Jakarta Utara,  dan Bekasi panik dengan beredarnya berita teori yang prediksi akan terjadinya gempa yang berdampak tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang mencapai Jakarta Utara dan Bekasi.

Hasil kajian Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diungkap peneliti Widjo Kongko diungkap dalam sebuah diskusi tentang sumber-sumber gempa bumi dan potensi tsunami di Jawa Barat,  di kantor BMKG, Selasa 3 April 2018 kemarin.

Dalam kesempatan itu hadir juga Peneliti LIPI Danny Hilmam Natawidjaya, peneliti ITB Irwan Meilano, dan peneliti Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Imam Suardi.

Dalam diskusi tersebut, Widjo Kongko, mengungkapkan potensi megathrust di daerah subduksi selatan Jawa dan selat Sunda. Dia mencontohkan dampak gempa megathrust itu adalah terjadinya gempa di Banten pada akhir Januari 2018 yang terasa hingga Jakarta. Dia menganalisa apabila kekuatan gempa mencapai 9 skala Richter di kedalaman laut yang dangkal, tsunami besar akan terjadi.

Dia melanjutkan bahwa di Jawa Barat terdapat sumber gempa besar. Di lokasi tersebut dapat diprediksi potensi gempanya bisa mencapai 8,8 Magnitudo atau 9 sehingga kaidah umum kalau di atas 7 Magnitudo dan terjadi di lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah Pandeglang.

Menurutnya, prediksi tsunami tertinggi bisa terjadi di Pandeglang. Pasalnta, wilayah tersebut merupakan kabupaten paling dekat dengan laut selatan. Dalam kajiannya, apabila gempa megathrust terjadi, maka dalam hitungan setengah jam, tsunami diperkirakan akan mencapai daratan Kabupaten Pandeglang.

Kata Widjo, daerah Pandeglang dan Jawa Barat dan di daerah selatan karena paling dekat dengan sumber gempa bumi dan tsunami. Tetapi di sana cukup besar, bisa di atas 57 meter, dan jangka waktunya cuma kurang dari setengah jam. Jadi pendek tsunami sampai ke daratan.

Widjo mengungkapkan munculnya angka ketinggian 57 meter merupakan salah satu skenario pada simulasi yang dilakukan secara ilmiah oleh Widjo. Pemodelan dalam simulasi ini dilakukan dengan menggunakan data yang bersumber dari kajian ilmiah.

Dalam perhitungan analisanya, tsunami tidak hanya mencapai Pandeglang, tapi juga akan mencapai wilayah lain seperti Jawa Barat, Banten, hingga Jakarta. Ketinggian air tsunami di sejumlah wilayah itu di antaranya Sukabumi dengan ketinggian 41,5 meter, Ciamis 39,8 meter, Lebak 39,4 meter, Cianjur 3,2 meter, Garut 30,1 meter, Tasikmalaya 28,2 meter, Serang-Banten 5,5 meter, Tangerang 4,2 meter, Jakarta Utara 2,4 meter, dan Bekasi Utara 2,8 meter.

Sedangkan untuk di Jakarta sekitar 2,5-3 meter tsunami masuk dan kurun waktu 3-5 jam.

Dalam perhitungan Widjo, tsunami ini akan terjadi lebih besar dibandingkan tsunami di Aceh pada 2004. Sebab, kedalaman laut di Jawa bagian barat lebih dalam dibandingkan Aceh.

“Kalau semakin dalam, volume air yang dipindahkan semakin dalam dari gempa bumi kemudian tsunaminya menyebabkan besar,” kata Widyo.

Namun, prediksi ini masih bersifat teori. BMKG merilis bahwa potensi gempa memang ada, namun mengenai ketinggian dan jangkauan masih belum pasti alias masih dalam tahap teori, belum pasti. Begitu juga waktunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here