Jangan Panik! Prediksi Tsunami 57 Meter di Pandeglang Masih Teori

0
668
Ilustrasi gempa 57 meter (foto; Ist)

ORANYENEWS- Masyarakat diminta tidak perlu panik dengan adanya prediksi pakar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pasalnya, prediksi tersebut juga masih merupakan kajian ataupun teori.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menyatakan prediksi hanya bersifat teoritis. Pasalnya, sampai ini di seluruh dunia, belum ada ilmu serta teknologi yang dapat memperkirakan  kapan waktunya terjadi gempa bumi.

Kepala BMKG Stasiun Bandung Toni Agus Wijaya membenarkan teori peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menyebut adanya potensi gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa. Akan tetapi, waktu dan ketinggian Tsunami yang disebutkan hanyalah kemungkinan  terburuk berdasarkan model teoritis yang tidak dapat diprediksi.

Walau tidak perlu panik,  tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga,  yaitu sengan cara melakukan langkah mitigasi pengurangan resiko gempa dan Tsunami secara bertahap dan dimulai dari yang kecil disekitar kita.

Dia memberi contoh mitigasi pengurangan resiko gempa dan Tsunami yang harus dilakukan, di antaranya menyusun rencana jalur evakuasi saat terjadi gempa yaitu ke tempat terbuka terdekat di halaman yang aman, memeriksa kekuatan bangunan dan menata interior agar benda tidak jatuh saat gempa. Pasalnya, Indonesia saat ini berada dikawasan rentan gempa dan Tsunami.

Menurutnya mitigasi perlu dilakukan, agar terbiasa dengan potensi bencana tersebut. Katanya, satu – satunya solusi adalag dengan melakukan langkah mitigasi pengurangan resiko. Mitigasi itu juga dilakukan negara lain yang memiliki ancaman bencana gempa tsunami yang lebih besar dibandingkan Indonesia.

“Negara tersebut menjadi sejahtera dan maju dengan adanya langkah mitigasi,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here