Alumni UIN Se-Indonesia Gelar Konferensi Nasional 

0
80

ORANYENEWS,  JAKARTA – Para alumni Universitas Islam Negeri (UIN)-UIN se-Indonesia meneguhkan komitmen untuk terus bergerak memperkuat perkembangan dan pembangunan negara-bangsa Indonesia dan umat.

Hal tersebut mengemuka saat Konferensi Nasional Alumni UIN-UIN se-Indonesia yang diselenggarakan Ikaatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN), di Wisma Syahida, Ciputat, Tangerang Selatan. Konferensi yang mengusung tema “Islam dan Transformasi Indonesia: Kontribusi Alumni UIN-UIN se-Indonesia” berlangsung Rabu hingga Kamis (21-22/3/2018).

Konferensi ini dihadiri sekitar 50 utusan alumni di antaranya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Mataram Nusa Tenggara Barat, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Raden Intan Bandar Lampung, UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Ambon, dan IAIN Palangka Raya.

Para tokoh yang hadir di antaranya, Ketua IKALUIN sekaligus anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Ahmad Zacky Siradj, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Wahiduddin Adams (alumnus UIN Syarif Hidayatullah), Ketua Fraksi PPP di DPR sekaligus anggota Komisi X Reni Marlinawati (alumnus UIN Sunan Gunung Djati), dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhmmadiyah Din Syamsuddin (alumnus UIN Syarif Hidayatullah).

Ahmad Zacky Siradj menyatakan, dalam konferensi ini para utusan menyampaikan makalah berisi kateri yang terkait dengan bidang keilmuan atau bidang pekerjaannya saat ini. Keseluruhan mencakup pendidikan, studi islam dan dakwah, hukum dan ketatanegaraan, pemerintahan, politik dan demokrasi, ekonomi termasuk bisnis dan kewirausahaan, filantropi, filologi (pernaskahan), pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, sains dan teknologi, hubungan internasional, sosial budaya, seni dan musik, hingga media massa.

Dengan melihat beragam keilmuan dan pekerjaan serta sebaran alumni di seluruh Indonesia, menurut Zacky, para alumni UIN-UIN se-Indonesia mampu bergandengan tangan memberikan solusi dan memecahkan berbagai masalah yang ada di Indonesia.

“Bisa dijadikan sebuah kekuatan energi. Tidak sekedar ilmu pengetahuan, tidak sekedar konstribusi pemikiran Islam terhadap keindonesiaan, tapi juga bagaimana tanggungjawab kita dalam mensejahterakan rakyat dan masyarakat,” tegas Zacky di Wisma Syahida, UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (21/3/2018).

Dia menyatakan, dalam konferensi terungkap secara gamblang bahwa ada semacam kegelisahan di mana sebaran alumni UIN-UIN se-Indonesia belum terdata secara utuh dan valid. Padahal sebaran alumni yang mencapai ratusan ribu misalnya untuk satu UIN saja bisa menjadikan kekuatan. Baik sebagai kekuatan politik maupun sosial.

Karenanya para alumni mestinya mentransformasikan segala keilmuan dan bidang yang dikuasainya untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama.

“Di pundak para alumni UIN-UIN lah ekonomi umat maju atau mundur. Di pundak para alumni UIN-UIN lah pendidikan bisa lebih maju. Di pundak para alumni UIN-UIN lah politik berintegritas kita tegakkan. Di pundak kita lah hukum akan bisa terwujud dengan sesungguhnya. Sosial budaya juga begitu. Tidak hanya bicara tentang urusan agama. Jadi ini harus kita sinergikan,” ujar Zacky.

Dia menggariskan, kalau dilihat selama ini maka sebaran alumni UIN tidak sekadar menjadi dosen. Tapi banyak yang menjadi politikus, anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD, kepala daerah, jaksa, hakim, penyidik, birokrat, pebisnis, wirausahawan, kiai dan ulama, anggota TNI, hingga penulis dan jurnalis. Dengan begitu transformasi yang dilakukan dan terjadi selalu berkesimbungan. Karenanya keluaran UIN juga punya tanggung jawab yang lebih luas.

“Tanggungjawab sosial kemasyarakatan artinya kebangsaan, dengan tentu saja tidak melepaskan apa yang kita bekali dari universitas. Itu yang penting, baik keilmuan, maupun integritas diri. Jadi bekal- bekal yang ada dan pemikiran- pemikiran yang ada bisa dituangkan dalam berbagai pandangan kebangsaan,” ucapnya.

Wahiduddin Adams menyatakan, yang harus diingat publik adalah UIN di seluruh Indonesia dan para alumninya memiliki kontribusi yang sangat positif baik bagi masyarakat (umat), bangsa-negara Indonesia maupun perkembangan agama Islam di Indonesia. Dia sepakat dengan Ahmad Zacky Siradj bahwa sebaran alumni UIN sangat variatif.

Di bidang hukum dan ketatanegaraan saja, Wahiduddin menuturkan, ada yang masuk menjadi anggota Polri, hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, hakim agung pada Mahkamah Agung hingga ada yang menjadi wakil ketua MA, advokat/pengacara, jaksa hingga jaksa agung muda pidana khusus dan jaksa agung muda intelijen, dua orang hakim MK, dan sebagainya.

“Kontribusi alumni-alumni IAIN-IAIN dan UIN-UIN di seluruh Indonesia tentu bisa berkiprah di berbagai aspek,” ujar Wahiduddin, di Wisma Syahida, Rabu (21/3).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here