Mantan Karyawan Home Solution Demo Tuntut Pesangon

0
494
Demo karyawan (foto: Budi Wahyono)

ORANYENEWS– Setelah adanya ketidakpastian mengenai hak mereka, para mantan karyawan Home Solution yang tergabung dalam Forum Mantan Karyawan Home Solution (HS) kembali menggelar aksi demonstrasi pagi ini di kantor pusat Electronic Solution Group Jalan Letjend Suprapto no. 30 A-B Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam aksi yang diikuti oleh sekitar 50 mantan karyawan HS tersebut, mereka menuntut agar pihak ES Group membayar pesangon kepada para pegawai yang terkena PHK.

Aksi sendiri dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Para peserta demo yang hadir tampak semangat menyuarakan suaranya dengan berbagai atribut tulisan tuntutan. Selain menuntut pembayaran pesangon, mantan karyawan juga menuntut pembayaran insentif selama 6 bulan yang belum dibayarkan. Tidak hanya itu mereka juga menuntut pembayaran pesangon dan insentif tersebut dilakukan tanpa proses cicilan.

Aksi ini sebnarnya merupakan aksi kedua setelah aksi yang dilakukan Kamis (01/03) yang lalu. Saat itu puluhan mantan karyawan juga mlakukan demo dan diakhiri dengan mediasi dan penyerahan tuntutan. Saat itu Mereka memberikan batas waktu kepastian hingga tanggal 08 Maret 2018. Dan stlah tidak ada kabar kepastian stalah tanggal 08 kmarin maka aksi kedua ini dilakukan.

Mantan karyawan menilai bahwa Home Solution dan Electronic Solution masih dalam satu induk prusahaan ibawah ES Group. ES brgrak dibidang elektronik sementara HS bergerak dibidang retail matras dan furniture. Jadi sbagai induk perusahaan, mantan karyawan mnuntut pihak management tidak melepas tanggung jawab trhaap tuntutan pesangon mrka. Terlebih lagi saat ini masih ada Electronic Solution yang bisnisnya masih beroperasi. Para mantan karyawan siap menempuh jalur hukum apabila tidak ada niat baik dari ES Group karena mereka merasa ada keterkaitan Electronic Solution dan Home Solution.

Sebagai informasi, Home Solution resmi iputus pailit pada 12 Januari 2018 berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 136/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst., tanggal 12 Januari 2018; Hal ini trjadi stlah adanya gugatan pailit an mlalui proses PKPU. Seluruh karyawan dinyatakan diberhentikan per tanggal 30 Januari 2018 namun hak psangon mreka blum ibahyarkan hingga saat ini.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here