Menristek Dikti Dorong Ponpes Daarul Rahman Dirikan Perguruan Tinggi Umum

0
199

ORANYENEWS- Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohammad Natsir mendorong Pondok Pesantren Daarul Rahman memiliki perguruan tinggi bidang umum, untuk menambah pengetahuan dan wawasan para santri. Bahkan, dia mengaku siap membantu mewujudkan hal tersebut.

“Saya ingin mendorong nanti, nuhun sewu Pak Kyai, Pondok Pesantrean Daarul Rahman mendirikan perguruan tinggi di bidang umum. Kalau bisa, kami akan bantu,” kata Muhammad Natsir saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Sabtu 10 Maret 2018.

Tak hanya Daarul Rahman, sebagai seorang santri dia juga mendorong seluruh Pondok Pesantren untuk memiliki perguruan tinggi. “Saya akan mendorong seluruh pondok pesantren, semuanya harus mulai menuju ke sana. Di samping santri hapal alfiyah, hapal Al Quran, ilmu pengetahuan lainnya tidak boleh ketinggalan,” katanya.

Imam Ghazali, katanya, mengatakan bahwa ilmu itu ada dua yaitu ilmu adyan dan ilmu abdan, ilmu agama dan ilmu baru. “Dua-duanya jalan, kehidupan dunia dan akhirat jadi seimbang,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini perkembangan dunia begitu pesat, masyarakat Pesantren tidak boleh tertinggal dengan perkembangan teknologi informasi.

Menjawab pernyataan Menteri Natsir tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Makmun mengatakan bahwa mendirikan perguruan tinggi merupakan cita-cita dirinya.

“Sebenarnya, tempatnya ada, kalau bapak langsung mau membangun, saya persilakan. Paling tidak membangunnya itu, tiru seperti yang di (Ponpes) Leuwiliang. Panjangan 56 meter lebar 22, lantai 4. Yang teratas olahraga. Badminton, futsal, itu di Leuwiliang,” katanya.

Akan tetapi dia mengatakan kepada Menteri Natsir agar tidak berharap dirinya meminta kepada kementeriannya. Pasalnya, jika meminta pasti harus buat proposal, sketsa macam-macam yang tidak bisa dilakukannya.

“Tapi saya mohon bapak menteri, saya tidak bisa minta,. Kalau dikasih mau, kalau minta bagaimana pun gak bakalan. Mulai awal saya bangun pondok pesantren tidak pernah saya minta, tapi saya yakin kalau dikasih tidak ditolak. Kalau tidak percaya, Menteri riset boleh coba. Tapi, kalau syukron makmun minta gak bakalan. Kalau bapak mau bantu Daarul Rahman, gak usah sulit, silakan membangun, langsung jadi, kasih kunci selesai. Saya tinggal terima kunci, kalau gak percaya, coba saja dulu,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here