64 Juta Ton Sampah Setiap Tahun, Coca-Cola Dorong Perubahan Perilaku Kelola Sampah

0
153
(foto: Coca-cola

ORANYENEWS- Sebagai bagian dari semangat Coca-Cola mewujudkan World Without Waste, hari ini Coca-Cola Foundation Indonesia meluncurkan program “PLASTIC REBORN” – sebuah program yang didesain untuk menginspirasikan perubahan perilaku kepada generasi muda Indonesia tentang pengelolaan sampah kemasan plastik. Melalui program ini, Coca-Cola memfasilitasi pengumpulan botol kemasan plastik minuman di lebih dari 100 titik Sekolah Menengah Atas& Universitas di kawasan Jakarta, untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial.

Hal ini diharapkan akan turut mendorong terciptanya praktik pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui pendekatan Recyling–Upcyling untuk menciptakan sebuah lingkaran ekonomi yang berkelanjutan.

Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia dalam sambutannya mengungkapkan: “Salah satu permasalahan sampah ada pada perilaku masyarakat. Kami sadar tidak mudah merubah perilaku sehingga perlu sebuah pendekatan yang holistik. PLASTIC REBORN pada intinya adalah upaya untuk memberikan pemahaman baru bahwa kemasan plastik bekas pakai sebenarnya dapat ‘dimanfaatkan kembali’ menjadi barang yang bernilai tinggi, sehingga dapat tercipta sebuah lingkaran ekonomi yang berkelanjutan.Melalui program PLASTIC REBORN, kami berinovasi memanfaatkan sampah kemasan plastik bekas menjadi tas multifungsi.Harapannya, ini bisa menginspirasi cara pandang masyarakat, khususnya anak muda terhadap sampah kemasan plastik dan pada akhirnya membangun perilaku kelola sampah yang lebih baik.”

Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communication Director Coca-Cola Indonesia menjelaskan: “Program PLASTIC REBORN mengintegrasikan elemen-elemen pengelolaan sampah kemasan plastik secara utuh, dimulai dari: Pengumpulan – Pengangkutan – Daur ulang (menjadi serpihan / flakes) – Transformasi secara kreatif (upcyling) – hingga penciptaan Model Bisnis baru, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan nilai pakai dari sampah kemasan plastik ini. Di sisi yang lain, melalui program PLASTIC REBORN Coca-Cola mencoba memfasilitasi terjalinnya sinergi strategis diantara para aktor untuk ikut terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari: Dunia Usaha / Produsen,  Konsumen (pengguna), Pengelola dan Pendaur Ulang/ Waste Management Company, Industri Produk Plastik, LSM/Gerakan Masyarakat, hingga pelaku e-Commerce. “Dengan memetakan peran masing-masing dan mensinergikannya, kami berharap dapat menciptakan rantai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan membantu mewujudkan praktik pengelolaan sampah secara optimal.”

PLASTIC REBORN diinisiasikan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia melalui kemitraan dengan ANCORA Foundation sebagai koordinator pelaksana dan didukung oleh Waste4Change dan Greeneration Indonesia sebagai pelaksana lapangan.

Dalam implementasinya, program ini menitikberatkan pada tiga aspek kegiatan utama, yakni:

EDUCATION (Edukasi). Difokuskan bukan hanya untuk memprovokasi pemikiran baru tapi juga aksi nyata untuk membiasakan budaya pilah sampah. Melalui pilar ini kegiatan dititikberatkan pada proses pemilahan sampah botol kemasan plastik melalui pendistribusian collection drop box di hampir 100 titik di SMA & Universitas di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan juga dikombinasikan dengan field trip/wisata edukasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang bagi perwakilan siswa dan guru, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta mendapatkan edukasi langsung di lapangan, sekaligus menjadikan mereka agen-agen perubahan bagi sekolah mereka masing-masing.

  • EMPOWER(Pemberdayaan). Difokuskan untuk memfasilitasi terciptanya kolaborasi strategis dalam pemanfaatan sampah kemasan plastik dengan mengubahnya menjadi barang bermanfaat yang bernilai ekonomi. Melalui pilar ini, Coca-Cola Foundation Indonesia menitikberatkan pada upaya mempertemukan para aktor, seperti halnya: pihak sekolah, perusahaanpengelola sampah, pengusaha produk kerajinan plastik, product designer, hingga pelaku e-commerce, untuk pada akhirnya memberdayakan peran masing-masing untuk akhirnya menciptakan sebuah lingkaran ekonomi baru untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
  • INSPIRE (Inspirasi).Difokuskan untuk menebarkan inspirasi baru untuk, khususnya bagi para pengusaha muda untuk mulai memikirkan bagaimana sampah kemasan plastik dapat dipandang sebagai bahan baku yang potensial; yang apabila dikelola secara kreatif dapat bernilai ekonomi tinggi. PLASTIC REBORN menginspirasikan bahwa sampah botol plastik dapat ‘dihidupkan kembali’ menjadi berbagai macam barang, seperti salah satunya adalah tas yang fungsional dan cool – sesuatu yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya. Inspirasi dan ajakan juga dilakukanmelalui gerakan di sosial media #mulaidarigue yang melibatkan berbagai komunitas dan influencers.

Rosa Vivien Ratnawati,Direktur Jenderal Pengelolaan, Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI, menegaskan “Kami menyambut baik inisiatif ini. Hal ini sejalan dengan tema besar rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018 yang jatuh pada bulan Februari ini “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!” UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah masuk tahun kesepuluh, namun permasalahan sampah masih menjadi isu yang serius. Karenanya yang sangat dibutuhkan adalah kepedulian serta sinergi keterlibatan semua aktor, termasuk generasi muda, dalam hal ini anak-anak sekolah dan mahasiswa sebagai generasi penerus kita.“

Data dari Kementerian LHK setidaknya menyebutkan saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 64% berakhir di TPA.

Menurut data BPS, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih relatif rendah, yaitu 18,84%. Sementara perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih relatif tinggi yaitu 81,16%. Dalam Perpres No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, ditetapkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025, ditambah dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

Ratri Wuryandari, Chief Executive Officer Ancora Foundation menambahkan:“Kita butuh inspirasi positif dan proses pembelajaran yang konsisten untuk mengubah perilaku. Salah satunya dengan terus mendorong terciptanya agen-agen perubahan di tengah masyarakat. Banyak dari generasi milenial saat ini sebenarnya sudah punya keprihatinan terkait sampah, namun terkadang mereka tidak tau harus mulai dari mana. PLASTIC REBORN sedikit banyak memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat langsung dan menjadi agen perubahan di sekolah mereka, lebih jauh lagi keluarga dan komunitas mereka.“

Proses kreatif dari program PLASTIC REBORN telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Program difokuskan di komunitas sekolah dan Universitas. Dalam enam bulan ke depan, diharapkan minimum 5 ton sampah kemasan plastik dapat terkumpul untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi bagian dari bahan pembuat tas multifungsi. Coca-Cola Foundation Indonesia menggandeng perusahaan pengelola sampah, Waste4Change, untuk menangani proses pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan plastik ini. Sedangkan proses pembuatan tas akan dilakukan bekerja sama dengan Greneration Indonesia sebuah perusahaan lokal yang juga memiliki visi dan fokus yang sama untuk menciptakan lebih banyak green merchandize.

Dalam rangkaian prosesnya, sampah botol kemasan plastik yang terkumpul akan diproses menjadi serpihan flakes dan kemudian memasuki fase pencampuran dan pencetakan (moulding) untuk kemudian dilanjutkan ke proses perangkaian menjadi tasmultifungsi. Proses desain dan perangkaian dilakukan oleh Greeneration Indonesia dengan mempertimbangkan estetika dan fungsi, dimana tas ini dapat digunakan oleh pria maupun wanita, menampung barang-barang penting seperti dompet, telepon genggam, kartu-kartu identitas, charger dan kabel, hingga buku catatan. Produk tas ini memanfaatkan setidaknya 30% kandungan plastik jenis PET dari botol kemasan bekas pakai.

Mendukung sosialisasi PLASTIC REBORN pada masyarakat luas, akan ada edukasi secara masif mengenai pentingnya pengelolaan sampah kemasan plastik dan memperlihatkan tas hasil up-cycle kemasan plastik di Car Free Day pada tanggal 4 Mei 2018.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here