Terancam Tersangka Kecelakaan Tanjaman Emen, Managemen Bus Premium Passion Bungkam

0
340
Ambulans membawa jenazah ibu-ibu PKK Ciputat. (foto: Oranyenews.com)

ORANYENEWS- Polisi telah menetapkan sopir bus Premium Passion Amirudin sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan ibu-ibu PKK Ciputat di tanjakan Emen, Dawuan, Subang, yang menewaskan 27 orang. Tak hanya sopir, managemen bus, PO Premium Passion juga terancam ikut bertanggung jawab dan menjadi tersangka.

Demikian diungkapkan Kepala Korlantas Polri Irjen Polisi Royke Lumowa saat mengunjungi korban luka di RSUD Tangerang Selatan, Minggu 11 Februari 2018.

“Sopir (bus) sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Tidak tertutup kemungkinan pihak PO ikut bertanggung jawab, menjadi tersangka,” katanya.

Royke mengungkapkan, dalam pemeriksaan, sopir bus Amirudin telah melaporkan kepada pihak managemen bahwa ada masalah pada bus yang dikendarainya dalam membawa ibu-ibu PKK ke Gunung Tangkuban Perahu. Namun, bukannya bus diganti, malah direkayasa agar bus tersebut bisa jalan kembali.

“Akibatnya, saat melewati jalur ekstrem seperti di Tanjakan Emen, kecelakaan pun tidak terhindarkan,” katanya.

Royke menjelaskan, sopir tersebut sengaja memepetkan kendaraan busnya ke dinding agar tidak melaju lebih jauh. Pasalnya, tidak jauh dari lokasi tersebut, terdapat jurang, jika bus jatuh ke jurang tersebut, maka korban akan berpotensi lebih besar lagi.

Oranyenews.com pun mencoba menghubungi PO Premium Passion. Dalam penelusuran, didapati website perusahaan tersebut di premiumpassion.id. Di website tersebut, tertera alamat perusahaan terdapat di Jalan Soleh Iskandar No 80, Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, saat dihubungi di nomor telepon hotlinenya di nomor 081802006*** dan juga nomor kantor (0251) 7531530, pada pukul 11.25 WIB, 11.34 WIB, 11.35 WIB, 11.36 WIB, Senin 12 Februari 2018, tidak ada respon sama sekali. Oranyenews.com pun meninggalkan pesan suara, tapi juga tidak mendapatkan tanggapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here